Konfrensi Kota LMND Palembang Hasilkan Pengurus Baru

Sungguhpun hanya dilangsungkan dengan sederhana, agenda Konferensi Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Palembang berhasil merumuskan sejumlah keputusan penting.

Salah satu hasil keputusan yang berhasil dirumuskan adalah membangun persatuan anti-imperialisme dari sektor-sektor yang dikorbankan oleh neoliberalisme. Selain itu, keputusan penting lainnya adalah penunjukan pengurus baru LMND kota Pelembang, yaitu Fuad Kurniawan sebagai ketua dan Tohirin sebagai sekretaris.

Konferensi ini dilaksanakan di kantor LMND di jalan Zainal Abidin Fikri, kompleks Raden Fatah, dengan menghadirkan belasan anggota LMND.

Pada sesi pertama pembahasan, Fuad Kurniawan mempresentasikan perkembangan situasi internasional dan nasional. “Dunia sekarang ini sedang bergerak menuju multipolarisme. Sementara krisis di timur tengah mewakili penjelasan mengenai ketegangan-ketegangan di balik pergeseran multipolar tersebut.”

Sementara aktivis LMND lainnya, Muhammad Asri, menjelaskan perkembangan ekonomi dunia yang cenderung mengalami krisis. “Untuk mengatasi krisis di negeri-negeri imperialis, maka penindasan terhadap dunia ketiga akan terus berlanjut.”

Untuk perkembangan lokal, sesi pembahasannya diserahkan kepada seorang aktivis LMND dari kampus IAIN Raden Fatah, Tohirin, terutama pembahasan soal penghamburan uang negara melalui event Sea-Games.

Dibahas pula proses perampokan sumber daya alam oleh korporasi asing, yang menyebabkan kepentingan ekonomi nasional terbengkalai. Sebagai contoh, PT.Pupuk Iskandar muda yang hancur karena kekurangan pasokan batara.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: