Komunitas Lukis Cat Air Gelar Pameran Di Bandung

Selama ini, cat air merupakan media lukis yang paling mudah ditemukan, bahkan menjadi pilihan bagi proses pembelajaran melukis di Sekolah Dasar. Meski demikian, melukis dengan cat air memiliki keunikan dan tingkat kesulitan tersendiri sehingga tidak mudah dikuasai.

Hal tersebut diungkapkan oleh M. Ichsan Harja Nugraha, seorang pelukis cat air dan ilustrator, saat memberi sambutan dalam pembukaan Pameran Karya Lukis Cat Air bertajuk “Indonesian Heritage” di Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/6/2013).

Menurutnya, kesulitan menguasai seni lukis cat air dimungkinkan terjadi karena pewarna yang bersifat transparan serta penggunaan air yang selalu mengalir seenaknya. “Cat air memiliki karakter yang unik, bersifat individualistik, spontan, ekspresif dan tak bisa diulangi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di banyak media lukis yang lain, supaya orang bisa mendapatkan hasil akhir yang sama, seseorang bisa menjadi menempuh jalan berbeda. Namun, kata dia, dalam media lukis cat air, yang terjadi justru jalan yang sama bisa memberikan hasil yang berbeda.

“Anda selalu dapat mengenali setiap pelukis cat air dari karyanya melalui pilihan warna, urutan layering (pelapisan warna), encer kentalnya pigmen hingga cara menyapukan kuas sangat mudah dibaca. Hal Itulah yang menyebabkan cat air sangat sulit di reproduksi, bahkan oleh pelukis aslinya sendiri,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini cat air masih menjadi ‘media kelas dua’ di Indonesia. Penyebabnya, adanya anggapan bahwa kertas media utama cat air ringkih dan tidak tahan  lama. “Ini adalah anggapan yang salah. Kertas khusus cat air umumnya terbuat dari bahan non-asam (acidic free) yang tidak akan menguning seperti kertas biasa. Bahkan selama ratusan tahun,” tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini sudah terbentuk sebuah komunitas yang menghimpun pencinta atau pelukis cat air. Namanya Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (KOLCAI). Yang menarik, komunitas ini dibangun dan digalang melalui jejaring sosial, yakni Facebook. KOLCAI resmi berdiri tanggal 8 Juli 2012.

Handogo Sukarno, Ketua Dewan Pembina dan sekaligus pendiri KOLCAI,  menyampaikan bahwa komunitas ini lahir dari sebuah misi yang sederhana: inilah komunitas untuk para pelukis dan pecinta lukisan saat cair.

Saat ini KOLCAI  telah menghimpun 1800 anggota dari seluruh Indonesia. Selain menyampaikan tutorial seluk beluk lukisan cat air, KOLCAI juga menghadirkan informasi dan referensi karya-karya para master dari berbagai masa dan belahan dunia.

Saat ini, tepatnya dari tanggal 15 hingga 29 Juni 2013, bertempat di Galeri Sarasvati, Jalan Sudirman, Bandung, KOLCAI menyelenggarakan pameran perdananya. Dengan mengusung tema “The Heritage”,  KOLCAI berusaha menyumbangkan catatan budaya tentang keindahan indonesia.

Efix Mulyadi, mantan Direktur Eksekutif Bentara Budaya, mengapresiasi kehadiran KOLCAI. “Ini merupakan komunitas yang menarik, lahir lewat pergaulan di dunia maya, memanfaatkan internet tanpa terpengaruh oleh watak demokratisnya yang bisa mengubah banyak hal, dan merumuskan peran di tengah dinamika pergaulan seni rupa,” ujarnya.

Bagi KOLCAI, pameran ini adalah salah satu bentuk proklamasi kehadiran di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, mereka tidak hanya menyebar dan berkreasi di dunia maya, tetapi muncul langsung di tengah-tengah masyarakat. KOLCAI bisa dikunjungi di sini: https://www.facebook.com/groups/CATAIRINDONESIA/?fref=ts

Lifany Husnul Kurnia

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut