Koalisi Pejalan Kaki: Trotoar Untuk Pejalan Kaki

Aksi Koalisi Pejalan Kaki (Foto: VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

Trotoar adalah jalur khusus bagi pejalan kaki. Teorinya memang begitu, tetapi kenyatannya tidak demikian. Di Jakarta, sebagian besar trotoar justru diserobot oleh pengendara motor, tempat berdagang bagi PKL, dan tempat parkir kendaraan.

Prihatin dengan kondisi di atas, belasan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Pejalan Kaki menggelar aksi di depan kantor Balaikota Jakarta, Jumat (12/4). Mereka membentangkan sejumlah protes berisi kritikan terkait berubahnya fungsi trotoar.

Dalam aksinya,  Koalisi Pejalan Kaki menuntut Pemda DKI Jakarta untuk menertibkan trotoar sesuai dengan UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. “UU itu sangat jelas menyebutkan perlindungan dan keselamatan bagi pejalan kaki,” kata Alfred Sitorus, salah seorang aktivis dari Koalisi Pejalan Kaki.

Ironisnya, kata Alfred, di depan kantor Balaikota Jakarta, trotoar masih dipergunakan sebagai tempat parkir kendaraan bermotor dan tempat berdagang. Mereka berharap, trotoar di kawasan Balaikota bisa dibersihkan agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat Jakarta.

Sejumlah poster diusung oleh aktivis Koalisi Pejalan Kaki. Diantaranya bertuliskan “Dilarang Parkir Kecuali Pejalan Kaki”, “Trotoar Untuk Pejalan Kaki”, “Punya Kaki Di Trotoar, Punya Roda di Jalan”, dan lain-lain.

Menurut catatan Koalisi Pejalan Kaki, sekitar 80% trotoar di Jakarta masih dipergunakan di luar fungsinya, seperti tempat berdagang, pengendara motor, dan tempat parkir.

Selain itu, menurut catatan Koalisi Pejalan Kaki, hanya sekitar 20% jalan di Jakarta yang dilengkapi trotoar dengan ukuran ideal, yaitu 3 meter. Sisanya masih menggunakan trotoar tidak ideal atau tidak ada sama sekali.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut