Koalisi Masyarakat Di Surabaya Serukan kerukunan Dan Persatuan Bangsa

Puluhan organisasi sosial di Surabaya, Jawa Timur, menggelar malam renungan dan ikrar kebangsaan di depan Gedung Grahadi, tadi malam (26/9). Mereka mengecam serangan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah.

Menurut koordinator acara, Catur Wibowo, seperti aksi teror sebelum-sebelumnya, ada kelompok politik yang menggunakan aksi teror sebagai sarana mencapai tujuannya. “ Walaupun itu di lakukan dengan mengorbankan nyawa seseorang dan menimbulkan keresahan di dalam masyarakat,” katanya.

Catur menganggap kejadian teror itu tidak sepenuhnya murni karena fanatisme agama. Apalagi hal itu, katanya, terjadi pada saat konflik antara elit politik nasional semakin memanas.

Sehingga, dalam kesimpulan Catur, memang ada skenario politik dari kelompok tertentu untuk untuk menciptakan keresahan sosial dan konflik horizontal melalui isu SARA. “Sejak jaman kolonialisme hingga sekarang, bangsa Indonesia sangat rentang dikonflikkan secara horizontal melalui isu SARA,” tegasnya.

Jika perpecahan diantara bangsa indonesia terjadi, kata Catur, maka ada kelompok politik yang sangat diuntungkan, yakni segelintir elit politik dan pihak imperialis, yang berusaha bernafsu mengusai dan mengendalikan ekonomi-politik Indonesia.

Dalam tuntutannya, massa Koalisi Masyarakat untuk Kebangsaan (KMUK) menuntut pemerintah dan Kapolri untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. KMUK juga menolak upaya kelompok tertentu untuk mempolitisir kejadian itu sebagai dalih untuk pengesahan RUU intelijen dan RUU Keamanan Nasional.

KMUK merupakan gabungan dari puluhan organisasi sosial, seperti FAM Unair, SBK-KSN, SMKR, GMNI, Paguyuban Arek Surabaya, FORSAM, Ikohi, PEKAD, KBN, GMKI, FKMP, Lembaga Bhineka, PKDI, dan Gaya Nusantara.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut