Kisah Gubernur Jendral VOC Dipentaskan Di Museum Jakarta

Kisah salah seorang Gubernur Jenderal Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dipentaskan di Museum Jakarta, siang tadi (4/12). Dia adalah Petrus Albertus van der Parra, yang menjadi Gubernur Jenderal VOC di Batavia sejak tahun 1761 hingga tahun 1775.

Masa berkuasanya Van der Parra penuh kontroversi. Ia berkuasa setelah menyingkirkan pendahulunya, Jacob Mossel, melalui konspirasi jahat. Anehnya, acara pelantikan Van der Parra sebagai gubernur jenderal sempat ditunda setahun.

Acara pelantikan baru dilakukan pada 29 September 1763, sekaligus bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-47. Pesta pelantikannya diwarnai dengan pesta sangat mewah: parade besar-besaran, pesta kembang api, diterangi 80 lentera Tiongkok, dan pesta makan mewah besar-besaran.

Van der Parra dikenal sebagai gubernur jenderal paling mewah. Ia juga mengisi jabatan-jabatan penting penguasa VOC di Batavia dengan anggota keluarganya. Ia pula yang menerapkan kenaikan pajak berkali-kali kepada penduduk, pedagang, dan siapapun yang berlabuh di Batavia.

Kapten James Cook, pelaut Inggris yang terkenal itu, pernah singgah di Batavia dan bertemu dengan Van der Parra. Saat itu kapal James Cook, Endeavour, sedang diperbaiki di galangan kapal pulau Onrust. Begitu kapalnya sudah diperbaiki dan hendak berlayar kembali, Kapten Cook dikenai pajak singgah sangat mahal oleh Van der Parra.

Di jaman Van der Parra pulalah meletus pemberontakan Untung Surapati dan Pangeran Singosari. Melalui usaha panjang, Van der Parra berhasil meredam pemberontakan Untung Surapati dan Pangeran Singosari.

Karena korupnya, Van der Parra pun mendapat perlawanan dari dalam. Banyak orang yang mengirim surat kepada Dewan 17 di Amsterdam, Belanda. Surat-surat itu berusaha mengungkap perilako korup dan kolutif sang Gubernur Jenderal. Entah mengapa, tak satupun surat itu yang mendapat balasan dari Dewan 17.

Tapi, Van der Parra justru dijemput kematian secara tiba-tiba. Konon, ia mati secara misterius. Ia meninggal dunia pada tahun 1775. Tetapi, 24 tahun kemudian, tepatnya 1799, VOC pun dinyatakan bangkrut. Itulah akhir kejayaan VOC di nusantara.

Dalam lakon yang dipentaskan di museum Jakarta, pangeran Singosari disebut ditangkap pasukan Belanda. Ia kemudian diadili dan dijatuhi hukuman mati. Tetapi ia meninggal di dalam penjara sebelum menjalani eksekusi.

Pementasan teater ini merupakan rekonstruksi sejarah. Meski terbilang sederhana, pementasan ini melibatkan sedikitnya 70 pemain. Para pemain pun berdandan ala masyarakat Batavia abad-18.

Diantara pemain yang terlibat pementasan: Jason Daniels (Van der Parra), Harry Bond, jr (Johan Vos), Maya Otos ( Istri gubernur jenderal), dan Marek Gorecki (James Cook). Sebagian besar pemain di pementasan ini adalah pelajar.

Pementasan ini dilakukan cukup cair. Tidak ada batasan antara arena teater dan penonton. Para pemain pun berbaur langsung dengan penonton dan juru-potret. Terkadang, di sela-sela adegan, para pemain terlibat foto bersama dengan penonton.

Bagi masyarakat Jakarta, pementasan gratis ini menjadi alternatif hiburan rakyat yang cukup menarik. Mereka pun larut di tengah riuh dan tawa para penonton lainnya. Juru potret juga tidak mengabaikan kesempatan ini.

Yunita, seorang warga Jakarta, mengaku sangat senang dengan acara ini. “Ini sangat berguna untuk menambah pengetahuan sejarah. Ini juga bisa jadi hiburan tambahan untuk wisata museum Jakarta. Sering-sering aja bikin beginian,” katanya.

Anna Yulianti

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut