Kiri Palestina Bersatu untuk Hadapi Pemilu

Lima partai berhaluan kiri di Palestina sepakat membangun aliansi bernama “Aliansi Demokratik” untuk menghadapi pemilihan lokal pada bulan Oktober mendatang. Mereka berharap bisa tampil sebagai kekuatan ketiga atau alternatif dalam politik Palestina yang didominasi Hamas dan Fatah.

Kelima partai itu adalah Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP), Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP), Inisatif Nasional Palestina/PNI (partai kiri-tengah yang dipimpin oleh Mustafa Barghouti), Partai Rakyat Palestina (dulu bernama Partai Komunis Palestina) dan partai Persatuan Demokratik (FiDA).

Menurut Khalida Jarrar, salah satu pimpinan PFLP, Aliansi Demokratik akan menjadi kekuatan politik alternatif bagi rakyat Palestina yang sudah jenuh dengan dua partai dominan yang cenderung korup, yakni Fatah dan Hamas.

“Ini sangat dibutuhkan oleh rakyat kami, sebuah aliansi demokratik partai-partai kiri, yang akan menjadi kekuatan politik alternatif bagi kekuatan politik lain, dan mempromosikan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan,” jelas Khalida seperti dikutip 972mag.com, Senin (15/8/2016).

Khalida, yang baru saja dibebaskan setelah dipenjara 14 bulan oleh Israel, berharap aliansi kiri bukan hanya terjadi di pemilihan lokal, tetapi juga bisa berlaku di pemilu nasional.

“Ini adalah langkah awal menuju itu (pemilu nasional)…sementara kami fokus pada lokal, untuk memperjuangkan layanan publik bebas korupsi, membuat pemerintahan bisa diakses rakyat dan menyediakan layanan paling dibutuhkan kaum miskin,” kata Khalida.

Hal senada disampaikan oleh Qais Abdul-Karim, pimpinan DFLP, saat berbicara pada media Al-Quds. Menurut Qais, Aliansi Demokratik dibentuk mengatasi polarisasi politik rakyat Palestina dalam dua kutub besar, yakni Fatah dan Hamas. Aliansi Demokratik, kata dia, akan memperjuangkan penyatuan seluruh kekuatan perjuangan rakyat Palestina.

“Kami percaya mayoritas ingin melihat jalan ketiga dari dua kutub: Hamas dan Fatah,” kata Mustafa Barghouti, pendiri partai Inisiatif Nasional Palestina (PNI).

Dalam pemilu Oktober mendatang, Aliansi Demokratik akan mengusung isu penyatuan kekuatan perjuangan untuk melawan pendudukan Israel.

Disamping itu, Aliansi juga akan mengangkat isu soal keadilan sosial dan perbaikan layanan publik. Koalisi ini akan memperjuangkan hak rakyat Palestina untuk akses penuh terhadap air bersih, listrik, layanan sosial, pendidikan, kesehatan dan ruang publik gratis.

Dan, yang membedakannya dengan Fatah dan Hamas, Aliansi Demokratik juga bicara soal pemerintahan yang bebas korupsi dan kesetaraan gender.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut