KIPP: Rakyat Bersimpati Pada Figur Jokowi

Hasil perhitungan cepat (quick count) menunjukkan kandidat yang diusung PDIP dan Gerindra, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, unggul dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Meski masih harus berlaga di putara kedua, namun banyak pihak yang mengapresiasi kemenangan Jokowi-Ahok tersebut.

Salah satunya Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP). Koordinator Kajian KIPP Indonesia, Girindra Sandino, mengatakan, faktor utama di balik kemenangan Jokowi-Ahok terletak pada psikologi massa yang secara emosional  bersimpati pada figur Jokowi.

Katanya, pemilih Jokowi tidak hanya dari mereka yang memiliki ikatan kedaerahan, tetapi juga masyarakat lapisan bawah dan menengah yang sudah bosan dengan status-quo politik.

“Kemenangan Jokowi-Ahok luar biasa. Mereka berhasil menjungkalkan incumbent incumbent yang sudah melakukan investasi politik selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan jauh lebih awal melakukan mobilisasi dukungan melalui berbagai jalur,” kata Girindra.

Selain itu, KIPP Indonesia juga mengevaluasi pelaksanaan Pilkada DKI hari ini. Temuan KIPP menyebutkan, persentase pemilih yang tidak datang ke TPS cukup tinggi, yakni 30%. “Jumlah surat suara yang tersisa mencapai rata-rata 25-30 persen di sejumlah TPS,” katanya.

KIPP Indonesia juga menghargai kinerja penyelenggara Pilkada DKI. Sebab, sampai sekarang ini mereka sukses melanjalankan pilkada dengan tertib dan aman. “Kekhawatiran tentang serangan fajar juga tidak terjadi,” tegasnya.

Hanya saja, kata Girindra Sandino, untuk putaran kedua mendatang, kinerja penyelenggara pemilu harus ditingkatkan guna memenuhi hak politik rakyat.

Apalagi, katanya, pilkada putaran kedua diprediksi akan berlangsung seru dan “keras”. Politik uang dan pengerahan birokrasi sangat mungkin terjadi. “Untuk itu, partisipasi masyarakat luas sangat diperlukan,” katanya.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut