Khadafi Kembali Mengancam Akan Serang Eropa

Pemimpin Libya Muammar Khadafi kembali muncul dalam siaran televisi. Kali ini, pemimpin revolusi Libya itu mengancam akan mengirimkan ratusan martir untuk menyerang Eropa.

Ancaman itu, kata Khadafi, sebagai konsekuensi apabila NATO tidak menghentikan serangan militernya terhadap Libya. “Kami akan memberi kesempatan kepada mereka untuk mendengar kata hati,” katanya.

“Kepulan Canaria, Sisilia dan beberapa kepuluan Mediterania lainnya seperti Andalusia di selatan Spanyol, adalah tanah Arab yang harus dibebaskan,” ujar Khadafi.

Sementara itu, puluhan ribu pendukung Khadafi berkumpul di alun-alun utama kota Tripoli, Ibukota Libya. Diantara para pendukung Khadafi itu ada yang membawa poster bergambar pemimpin revolusioner Libya tersebut.

Ancaman Khadafi ini merupakan setelah ancaman serupa yang disampaikan pada 1 Juli lalu. Khadafi berjanji akan membawa perang saat ini kerumah negeri-negeri aliansi NATO itu di Eropa.

“Orang-orang Libya suatu hari nanti akan membawa pertempuran ini…ke Eropa, ke rumah anda, kantor, keluarga yang menjadi target sah untuk serangan militer. Seperti anda telah lakukan kepada kami,” tegasnya.

Khadafi juga mencela para pemberontak sebagai penghianat, karena para pemberontak itu telah mengundang kehadiran NATO dan mendapat bantuan senjata dari barat.

Khadafi meminta para pendukungnya untuk berbaris menuju pegunungan barat, daerah yang dekat dengan tempat pengiriman senjata oleh Perancis kepada para pemberontak.

Ize al-Den, 38 tahun, seorang pedagang toko, mengaku sebagai pendukung Khadafi, menyatakan rakyat Libya siap menumpahkan darah jika NATO datang. “Mereka datang bukan untuk melindungi rakyat. Ada cara lain tanpa mengebom rakyat. Lihatlah Irak..mereka datang untuk mencuri minyak kita dan mengendalikan kita.”

Hal serupa disampaikan oleh Abeellahm Ismaein, 33 tahun, seorang insinyur, yang menganggap bahwa aksi itu bukanlah untuk mendukung pemimpin, melainkan untuk mempertahankan negara. “pemimpin tidak pernah mengorganisir demonstrasi ini. Rakyat-lah yang melakukannya. Jika NATO mengebom Tripoli, maka rakyat di sini siap mati.”

Bagi Khadafi, rakyat Libya tidak pernah bermasalah, tetapi kekuatan-kekuatan koloniallah yang bermasalah. “Mereka ingin mengontrol minyak kita. Mereka cemburu karena Allah mengarunia kita minyak,” ujar pemimpin Libya itu.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut