Keuntungan Berlipat Setelah Nasionalisasi Migas Di Bolivia

Langkah pemerintah Bolivia melakukan sejumlah aset strategis, termasuk sektor energi, terus membawa dampak positif bagi penyehatan dan pemulihan ekonomi Bolivia.

Salah satu capaian penting pasca nasionalisasi adalah penerimaan di sektor energi yang meningkat pesat. Menurut Menteri Hidrokarbon Bolivia, Juan Jose Sosa, Bolivia telah mendapat 16 milyar USD keuntungan sejak nasionalisasi energi oleh Evo Morales di tahun 2006.

“Tujuh tahun sebelum nasionalisasi, yaitu dari 1999 hingga 2005, negara hanya menerima 2 milyar USD. Namun, tujuh tahun setelah nasionlisasi, negara menerima 16 milyar USD lebih,” katanya.

Langkah nasionalisasi pertama diumumkan Presiden Evo Morales saat peringatan Hari Buruh Sedunia tahun 2006, yang mengambil-alih tujuh perusahan minyak asing.

Pemerintah kemudian mengakuisisi saham dari perusahaan yang dinasionalisasi, seperti Repsol-Spanyol dan Petrobras-Brazil. Pemerintah juga memaksa perusahaan lain, seperti Pluspetrol-Argentina dan Total-Perancis, untuk membuat kontrak baru.

Tak hanya itu, pasca nasionalisasi, investasi di sektor energi bukannya menurun, melainkan naik tiga kali lipat. Lima tahun sebelum nasionalisasi, investasi di sektor energi hanya 1.86 milyar USD. Namun, dalam kurun waktu 2006-2012, nilai investasi telah meningkat menjadi 5.24 milyar USD.

Selain itu, menurut catatan perusahaan minyak negara Bolivia (YPFB), produksi gas alam telah meningkat dua kali lipat hanya dalam tujuh tahun terakhir, yakni dari 35 juta meter-kubik perhari menjadi 60 juta meter kubik perhari.

Tak hanya itu, untuk pertamakalinya dalam sejarahnya, Bolivia akhirnya berhasil memiliki pabrik pemisahan (separasi) gas alam cair. “Saya katakan, setelah kita merebut kembali kekayaan alam kita, sekarang kita tanah air baru melalui industrialisasi,” kata Morales.

Dengan keberadaan pabrik ini, Bolivia tak perlu mengimpor bahan bakar gas lagi dari luar. Maklum, pada tahun 2012, Bolivia menghabiskan 48.9 juta USD untuk subsidi Elpiji dan 61 juta USD untuk impor bahan bakar.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut