Ketum PRD Sampaikan Kuliah Umum Di Depan Ribuan Mahasiswa Baru

SURABAYA (BO)– Ketua umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), Agus Jabo Priyono, menyampaikan kuliah umum di hadapan 1500-an mahasiswa baru Universitas Wijaya Kusumah (UWK), Surabaya, siang (20/9) tadi.

Di hadapan para mahasiswa baru itu, Agus Jabo memulai pemaparannya dengan menjelaskan persoalan pokok bangsa saat ini. Katanya, bangsa Indonesia saat ini sudah memasuki krisis di berbagai bidang kehidupan.

“Kehidupan ekonomi-rakyat makin merosot. Korupsi semakin merajalela dan melibatkan tokoh-tokoh kunci pemerintahan. Kekerasan dan konflik horizontal terus terjadi. Hingga kedautan politik kita sebagai bangsa sudah terinjak-injak,” katanya.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) ini menyimpulkan bahwa berbagai persoalan itu terjadi karena pemerintah mengadopsi kebijakan neoliberalisme dan membiarkan proses penjajahan oleh pihak asing.

Dengan menganut sistem neoliberal, kata Agus Jabo, pemerintah melepaskan perekonomian nasional dikuasai oleh modal asing, politik mengabdi kepada “free fight liberalism”, dan budaya nasional hancur oleh liberalisme dan individualisme.

Ia menganggap keadaan itu sudah sangat bertolak belakang dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, semangat UUD 1945, dan Pancasila. “Ini adalah penghianatan terhadap cita-cita berdirinya Republik ini,” tegasnya.

Untuk itu, Agus Jabo mengajak seluruh mahasiswa Indonesia agar kembali berjuang bersama rakyat untuk mengembalikan tujuan berbangsa dan bernegara itu. “Dulu mahasiswa pernah menjadi pelopor dalam perjuangan anti-kolonialisme, lalu pernah pula menjadi pendobrak rejim otoriter orde baru. Kini tiba saatnya mahasiswa kembali memikul tugas berat untuk melanjutkan perjuangan mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” katanya.

Sebagai bentuk konkret keterlibatan mahasiswa dalam perjuangan itu, Agus Jabo mengajak gerakan mahasiswa bergabung dalam “Gerakan Nasional Pasal 33”, sebuah kampanye dan sekaligus gerakan untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi dan politik ke tangan rakyat Indonesia.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UWK, Mulyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya mahasiswa ambil bagian dalam gerakan perubahan.

Mulyadi juga berharap bahwa kuliah umum itu juga akan membekali mahasiswa pengetahuan awal mengenai problem pokok bangsa. “Jika mereka sudah tahu persoalan pokok bangsa, maka akan ada kewajiban untuk berjuang,” ujarnya.

Aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) ini juga mengharapkan mahasiswa tidak menjadi intelektual pasif terhadap keadaan, tetapi harus lebih aktif untuk terlibat dalam mengubah keadaan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut