Kekacauan Pelayanan dan Rencana Privatisasi Garuda

Beberapa hari ini masyarakat disuguhi berita pembatalan penerbangan Garuda Indonesia Airways (GIA) yang konon diakibatkan “perubahan sistem operasional”. Pihak maskapai Garuda menjelaskan bahwa saat ini tengah diterapkan sebuah sistem baru untuk mempermudah pelayanan kepada konsumen. Sangat mungkin, perubahan sistem ini berkaitan dengan rencana penggabungan Garuda dalam aliansi dengan maskapai penerbangan internasional lain dalam Skyteam. Sejauh ini hanya hal-hal positif yang diterangkan oleh pihak maskapai maupun pemerintah terkait rencana penggabungan ini.

Sejalan dan searah dengan hal tersebut, sejak tahun 2009 lalu pemerintah, dengan persetujuan DPR, telah merencanakan penjualan maskapai plat merah ini (privatisasi) melalui Initial Public Offering (IPO) sebagaimana yang terjadi terhadap PT. Krakatau Steel. Rencana IPO terhadap Garuda Indonesia akan dilakukan pada bulan Januari 2011. Kita mengenal pola jahat seperti ini yang diberlakukan terhadap berbagai BUMN, dimana kekacauan pelayanan dan atau manajemen kemudian menjadi kambing hitam penjualan aset negara atau alasan penjualan dengan harga yang murah.

Sudah pada tempatnya, bila masyarakat mempertanyakan akal sehat pemerintah ketika kesalahan pada persoalan manajemen justru ditimpakan pada masalah kepemilikan oleh negara. Seperti halnya kita mempertanyakan obral murah Krakatau Steel karena kongkalikong sebagai satu persoalan, dan penjualan Krakatau Steel itu sendiri yang merupakan aset ekonomi strategis milik negara sebagai persoalan yang mendasar. Tumpukan persoalan pada proses penjualan seakan ingin mengelabui pandangan kita terhadap penjualan demi penjualan yang terus terjadi. Kita disibukkan pada persoalan-persoalan ‘teknis’ yang sarat akan skandal korupsi dan sejenisnya, sementara persoalan yang lebih bersifat fundamental (ideologis) seperti sengaja dilupakan.

Disadari bahwa kepemilikan BUMN oleh struktur dan sistem negara yang membusuk seperti sekarang merupakan satu persoalan. Terlebih pemerintah, sebagai pemegang tanggungjawab pengelolaan aset, selalu tampak lepas tangan terhadap berbagai pembusukan yang terjadi, sehingga keadaan ini dijadikan alasan untuk melepas kepemilikan kepada swasta. Situasi yang carut marut ini diperkeruh oleh komentar para ekonom pro-neoliberal yang mengamini privatisasi sebagai langkah pertanggungjawaban kepada publik atau transparansi. Di sini kami mempertanyakan, apakah dengan kepemilikan oleh negara BUMN-BUMN tersebut tidak dapat dioperasionalisasikan secara transparan dan bertanggungjawab terhadap publik?

Kasus kekacauan pelayanan yang terjadi pada maskapai Garuda saat ini kembali menjadi early warning (peringatan dini) bagi segenap kekuatan yang pro-kepentingan nasional untuk menaruh perhatian pada proses privatisasi yang sedang berlangsung dan mencegah kelanjutannya. Terlebih maskapai penerbangan ini mempunyai nilai historis tersendiri sehubungan dengan pengambilalihan korporasi milik bekas penjajah Belanda pada masa awal kemerdekaan. Sebagaimana dikemukakan oleh seorang ekonom kerakyatan Sri-Edi Swasono dalam sebuah artikel bahwa privatisasi adalah langkah awal asingisasi, yang dalam konteks tersebut menempatkan modal pada posisi sentral-substansial. Mencegah privatisasi bukan dalam maksud untuk menempatkan penguasa/pemerintah sebagai sentral-substansial, melainkan memastikan kepemilikan oleh negara—yang secara mendasar berarti dimiliki oleh rakyat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • tommy

    penguasa rezim saat ini telah memperlihatkan niat busuknya slm ini.. apa yg dilakukan oleh rezim hari ini seperti senjata kimia perlahan membuat rakyat menderita dan mati…!!

  • muchlis

    kalau semua aset negara dijual penguasa dg membenarkan dalih apapun… satu saat rakyat yg akan dijual..!! ini tdk bisa dibiarkan…!!

  • PutraOrDie

    Para pejabat hanya memikirkan perutnya sendiri, tanpa melihat dampak yang ditimbulkan kedepan. Lama-lama tanah negara ini habis semua di privatisasi,,, mental korup !!