Kegagalan Membayangi Pertemuan Iklim PBB Di Cancun

Pertemuan iklim PBB di Cancun, Meksiko, dibayang-bayangi oleh kegagalan setelah negara-negara Amerika latin menyatakan akan meninggalkan pertemuan jika negosiasi mengenai dokumen krusial, yang rencananya akan dirilis hari ini, tidak melanjutkan komitmen negara maju untuk mengurangi emisi sesuai protokol Kyoto.

Kelompok negara Aliansi Bolivarian untuk Rakyat Amerika Latin (ALBA), yang mengcakup enam negara anggota, dan mengaku didukung oleh negara-negara Afrika dan negara berkembang, menganggap negara-negara maju tidak bersedia untuk membuat perjanjian mengikat mengenai pengurangan gas emisi rumah kaca.

Mereka menantang Presiden Meksiko di pertemuan Iklim PBB ini untuk memasukkan dalam draft mengenai komitmen negara kaya untuk membuat target baru periode kedua dari protokol Kyoto setelah 2012.

Negosiator Venezuela, Claudia Salerno, yang berbicara atas nama Aliansi ALBA, mengatakan bahwa kesan yang nampak selama beberapa hari pertemuan mengenai komitmen semua pihak terkait mitigasi sepertinya tidak akan ditandatangani di Cancun.

“Kami tidak akan mendukung setiap situasi yang memungkinkan negara-negara ini (negara kaya, red) akan lolos dan tidak membuat komitmen apapun. Kami menginginkan komitmen konkret untuk Kyoto,” tegas Claudia Salerno.

Potensi krisis pertemuan ini sudah muncul ketika Jepang pada awal pekan ini telah menyatakan tidak akan menanda-tangani periode kedua protokol Kyoto.

Negara-negara lain, seperti Rusia, Canada, dan Australia, kelihatannya cenderung akan setuju tetapi belum secara terbuka menyatakan tidak memenuhi janjinya.

Kyoto dianggap simbol oleh negara-negara berkembang karena memiliki perjanjian legal yang mengikat negara-negara kaya untuk mengurangi emisi. Dikhawatirkan bahwa negara-negara kaya, terutama Amerika Serikat, yang tidak meratifikasi pernjanjian ini, menginginkan kesepakatan yang lebih longgar mengenai target pengurangan emisi.

Beberapa kepala negara diperkirakan akan menghadiri pertemuan ini, seperti Presiden Hugo Chavez dari Venezuela, Evo Morales dari Bolivia, dan Rafael Corre dari Ekuador, dan mereka akan bergabung dengan kepala negara lain dari Nicaragua, Costa Rica, Colombia, Brazil and Guatemala. (Diolah dari berbagai sumber)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut