Kecam Kunjungan Jokowi, Aksi Massa Mahasiswa Palembang Dibubarkan Polisi

Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Palembang, Sumatera Selatan, disambut oleh aksi massa puluhan mahasiswa. Mereka mengecam kebijakan pemerintahan Jokowi-JK terkait penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Anti Neoliberal ini menggelar aksinya dari depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah menuju Bundaran Air Mancur Masjid Agung kota Palembang.

Sayang, baru beberapa menit mahasiswa memulai aksinya, aparat kepolisian membubarkan aksi mereka. Alhasil, karena kalah kekuatan, massa aksi kemudian mundur dan melanjutkan aksinya di depan kampus Universitas Muhammadiyah Palembang.

“Ini tidak bisa dibenarkan, bahwa hak kami untuk menyatakan pendapat telah diberangus aparat kepolisian. Ini jelas melanggar hak menyatakan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh UUD 1945,” kata Koordinator Aksi, Juniarto Manrizal, kepada Berdikari Online.

Menurut Juniarto, sebelum menggelar aksi sore tadi, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian. “Suratnya dimasukkan tadi pagi dan diterima oleh Kasat Intel Polresta Palembang,” ungkapnya.

Kecaman serupan juga dilontarkan oleh Awang, aktivis dari Front Mahasiswa Nasional (FMN). Menurut dia, represi terhadap aksi massa menolak kenaikan harga BBM merupakan watak sejati dari rezim neoliberal Jokowi-JK.

“Rezim Jokowi-JK membiarkan represi terhadap gerakan mahasiswa dan rakyat untuk mengamankan kepentingan modal asing di Indonesia,” tegasnya.

Kecaman pedas juga dilontarkan oleh Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Palembang, Zul April. Menurut Zul, pembubaran aksi damai mahasiswa oleh polisi menunjukkan bahwa rezim Jokowi-JK tidak menghargai perbedaan pendapat dan suara rakyat.

Zul menilai, kebijakan Jokowi-JK menaikkan harga BBM terbukti memuat agenda neoliberal, yakni penghapusan subsidi dan liberalisasi sektor hilir migas Indonesia. Menurutnya, kebijakan penaikan BBM tersebut sangat bertolak belakang dengan mandat konstitusi, khsusunya pasal 33 UUD 1945.

Ia menambahkan, kenaikan harga BBM akan memperburuk kondisi ekonomi rakyat. “Kenaikan harga BBM jelas memicu kenaikan biaya transportasi dan biaya produksi barang. Barang-barang pokok menjadi mahal,” terangnya.

Untuk diketahui, kunjungan Presiden Jokowi ke Palembang untuk menghadiri acara puncak Festival Film Indonesia (FFI) dan pembukaan ASEAN University Games (AUG).

Koalisi Rakyat Anti-Neoliberal merupakan gabungan dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Fuad Kurniawan/Jai Marta

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut