Keberhasilan Bank Pembangunan Perempuan Di Venezuela

Pada tahun 2001, pemerintahan Hugo Chavez menciptakan bank pembangunan perempuan atau Banmujer. Banmujer ditujukan untuk penciptaan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan perempuan, dan mempromosikan partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi-sosial di Venezuela.

Bank ini mendorong perempuan di berbagai komunitas untuk berorganisasi, memberi bantuan kredit mikro, memberikan pelatihan teknik/skill, dan memberikan dukungan pada pembangunan usaha kecil.

Meskipun program ini sangat spesifik, yakni kaum perempuan, tetapi dampaknya telah mencakup perbaikan pendapatan keluarga miskin dan mereka-mereka yang tak memiliki pekerjaan.

Tahun ini, Banmujer sudah berusia 10 tahun. Menurut Presiden Banmujer, Nora Castaneda, Banmujer telah menggelontorkan 138 ribu kredit mikro, dan hal itu memberi manfaat kepada 300 ribu keluarga di Venezuela.

Selain itu, kata Nora, Bank ini sudah beroperasi di 335 kota di negara-negara Karibia dan 90% nasabahnya adalah perempuan.  Pada tahap awal, para opeminjam menerima pinjaman rata-rata antara $ 260 hingga $ 520, dengan total bantuan sekitar satu miliar Bolivar ($ 520,000).

Banmujer membantu perempuan pedesaan untuk meningkatkan produksi pangan. Ini telah menolong Venezuela untuk keluar dari ketergantungan impor bahan pangan. Semua lahan pertanian dan lapangan produksi pedesaan itu dikelola dengan prinsip koperasi, bukan dengan kompetisi ala neoliberal.

Keunggulan Bank Perempuan ini adalah bahwa bank ini tidak hanya memberi bantuan uang, tetapi mengcakup juga program holistic seperti pelatihan dan pendampingan sampai para nasabah berhasil membangun usahanya.

Ini pula yang membedakan dengan program-program sosial neoliberal di Indonesia, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR dirancang dengan modal yang sangat kecil, sangat terbatas, proses penyaluran berbelit-belit dan lamban, tidak disertai pelatihan dan asistensi pembangunan usaha penerima kredit, dan tidak ada ransangan untuk partisipasi rakyat dalam perumusan kebijakan ekonomi, sosial dan politik.

Sementara Banmujer seperti mengikuti pepatah kuno orang Tiongkok: “Jika kau memberi seseorang ikan, maka kau hanya memberi makan sehari. Tetapi ajari dia mencari ikan, maka kau memberinya makan seumur hidup.”

Nora tidak menutupi fakta, bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan pemerintahan Hugo Chavez untuk memprioritaskan pemberdayaan perempuan sebagai solusi mengatasi “feminisasi kemiskinan”.

Uniknya, Nora Castaneda, orang yang dipercaya Chaves memimpin program ini, adalah belajar ilmu ekonomi Chicago. “Saya harus membersihkan virus itu (teori ekonomi liberal) dari dalam otakku,” katanya. Banmujer sering diserang oleh lawan-lawan politik pemerintah, karena dianggap tidak menghasilkan keuntungan (laba) dan hanya menciptakan kredit macet sebesar 40%.

Tetapi Nora membantah tudingan itu. Menurutnya, sebagian besar pinjaman sudah terlunasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya melawan potensi kredit macet itu dengan menyelenggarakan pelatihan dan menerapkan prinsip “co-responsibility”.

Banmujer benar-benar memberi harapan baru kepada kaum perempuan Venezuela. Program ini telah meningkatkan kemampuan profitabilitas anggotanya, sehingga mereka bisa merenovasi rumah dan meningkatkan gizi keluarga.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut