Ke Surabaya, Wapres Budiono Disambut Aksi Massa

Seratusan massa Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi massa menolak kedatangan Wakil Presiden Budiono di Surabaya, Rabu (25/1).

Dalam aksinya, massa aksi menganggap Budiono sebagai agen imperialis dan menjadi otak dari berbagai kebijakan neoliberal di Indonesia. “Budiono, bersama dengan SBY, menjadi pelayan imperialisme,” kata Moelyadi, aktivis dari LMND Surabaya.

Menurut Moelyadi, kondisi rakyat Indonesia dalam dua tahun pemerintahan SBY-Budiono makin terpuruk. Hal itu, kata Moelyadi, ditandai dengan meluasnya kemiskinan, bertambahnya jumlah pengangguran, makin sulitnya rakyat mengakses kebutuhan dasar, merajalelanya korupsi, dan hancurnya ekonomi nasional.

Sementara Agustinus, aktivis dari SRMI kota Surabaya, menjelaskan persoalan perampokan sumber daya alam oleh negeri-negeri imperialis. Menurutnya, akibat kebijakan politik dan ekonomi yang berhaluan neoliberal, hampir 90% keuntungan dari sumber daya alam Indonesia diangkut keluar negeri.

Para pemimpin bangsa saat ini, di mata Agustinus, telah menghianati cita-cita nasional proklamasi kemerdekaan: masyarakat adil dan makmur. Bahkan, kata Agustinus, pemerintah mengabaikan pasal 33 UUD 1945.

“Pasal 33 UUD 1945 tidak pernah dijalankan. Akibatnya, pengelolaan sumber daya dan kekayaan alam tidak berpihak kepada rakyat banyak,” kata Agustinus.

Aksi massa ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Bahkan, dengan alasan sterilisasi, massa aksi dilarang mendekati gedung Grahadi Surabaya. Massa tertahan sekitar 200 meter dari gedung yang menjadi langganan aksi massa di kota Surabaya tersebut.

Dalam seruan aksinya, massa menuntut agar pemerintah segera melaksanakan pasal 33 UUD 1945. Selain itu, untuk kebutuhan darurat penyelesaian berbagai konflik agraria di Indonesia, massa aksi menuntut pembentukan Panitia Nasional Penyelesaian Konflik Agraria.

KAMARUDIN KOTO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut