Kaum Sosialis Venezuela Yakin Akan Menangkan Pemilihan Umum

CARACAS– Pemimpin Nasional Komando Kampanye Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), Aristobulo Isturiz, pada hari Selasa (22/6) memastikan bahwa kelompok berkuasa ini akan menang dalam pemilihan parlemen pada 26 September mendatang.

Bagi Isturiz, kemenangan ini sudah pasti, sehingga target PSUV sesungguhnya adalah memenangkan setidaknya dua pertiga suara dari 165 jumlah wakil.

Di hotel Alba, tempat para Sosialis menggariskan kampanye pemilihan parlemennya, Isturiz menyatakan bahwa mereka sangat yakin telah memiliki mayoritas suara, tapi tantangannya adalah mencapai hegemoni, yang berarti lebih dari 110 kursi.

Menurutnya, dua pertiga dari jumlah kursi merupakan kunci untuk memperkuat proses perubahan yang dipimpin presiden Chavez.

“Itulah jumlah yang dibutuhkan untuk menyetujui UU organik, UU anggaran dan konvensi internasional”, katanya.

UU Organik memiliki kedudukan hukum tertinggi karena mengatur kekuatan publik, mengembangkan hak-hak konstitusional, dan merupakan kerangka normatif bagi UU lainnya.

Isturiz menyatakan bahwa pada 5 Juli nanti sekitar dua juta anggota PSUV akan ditempatkan di penjuru negeri untuk memenangkan suara.

Kampanye PSUV dinamakan “Pertempuran Bolivar 200”, mengacu pda 200 tahun usia kemerdekaan Venezuela. Strategi yang digunakan serupa dengan di masa lalu, yakni dengan membentuk unit kampanye di tiap pusat elektoral, dan sebuah “patroli” bagi tiap tempat pemungutan suara (TPS).

Tiap patroli memiliki 50 anggota dan masing-masing akan melakukan ofensif dengan mencari 10 pemilih dari tiap komunitasnya.

Dalam beberapa minggu terakhir PSUV juga menjalankan kampanye keanggotaan, dengan menarik 261.000 anggota baru, sehingga total jumlah anggota terdaftar mencapai 7,3 juta, kata Koordinator Keuangan Nasional PSUV, Yelitze Santaella, saat konferensi pers hari ini.

Dari 165 posisi legislatif di Venezuela, 100 merupakan “nominal” atau berdasarkan nama individual yang dipilih sebagai perwakilan “sirkuit” atau distrik (kecamatan) mereka.

52 posisi didasarkan pada daftar kandidat yang diajukan oleh partai atau organisasi. Pemilihannya dilakukan secara proporsional di tingkat negara bagian, dan pemilih hanya memilih daftar yang diajukan oleh partai atau organisasi, bukan nama per individu.

Tiga sisa posisi legislatif diperuntukan bagi penduduk asli untuk menjamin keterwakilan penduduk asli, sebagaimana diatur dalam UUD 1999.

Pada 2 Mei, lebih dari 2,5 juta anggota PSUV terlibat dalam pemilihan kandidat internal partai, untuk memilih 110 kandidat nominal berikut cadangannya dari 3500 nominasi. Pimpinan nasional partai berkonsultasi dengan Chavez untuk menentukan daftar kandidat bagi tiap negara-bagian.

Ini pertama kalinya dalam sejarah Venezuela terjadi pemilihan internal yang begitu luas dalam suatu partai politik. Walau begitu, pemilihan tersebut tercoreng oleh tuduhan bahwa birokrat tinggi partai menyalahgunakan kekuasaannya dengan mengampanyekan kandidat yang tidak bersentuhan dengan basis partai.

Sebelumnya, pada 25 April, kaum oposisi juga menggelar pemilihan serupa, tapi dengan jumlah partisipan yang lebih sedikit, yakni 300.000 dan hanya digelar di 15 dari 87 sirkuit elektoral.

Pada pemilu Majelis Nasional 2005, kaum oposisi sayap kanan memboikot, karena mereka dipastikan akan kalah akibat upaya kudeta gagalnya pada 2002 terhadap pemerintahan Chavez yang terpilih secara demokratis pada 1999.

Diolah dari Prensa Latina dan Venezuela Analysis

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut