Kasus Penusukan Dan Penganiayaan Jemaat HKBP Harus Diusut Tuntas

BEKASI: Kejadian memilukan kembali terjadi tadi pagi, sekitar pukul  8.40 WIB, di HKBP Ciketing, Bekasi, Minggu (12/9). ST Sihombing, seorang jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Indah Timur, ditusuk oleh orang tak dikenal. Tidak hanya itu, Pendeta Luspida Simanjuntak, yang berusaha menolong korban, dipukul dengan balok kayu di pelipis kiri oleh pelaku.

Menurut salah seorang jemaat HKBP, penyerangan terjadi saat jemaat sedang berjalan menuju tempat ibadah.  Saat itu korban berjalan beriringan menuju lahan kosong di  Kampung Ciketing Asem, Bekasi, untuk menjalankan kebaktian.

Namun, dari arah yang berlawanan, muncul 8 orang yang mengendarai motor dan langsung menyerang korban. “mereka turun dari kendaraannya dan langsung menikam bagian perut pak Sihombing,” ujar seorang jemaat yang tidak mau disebutkan namanya kepada Berdikari Online di RS Mitra Bekasi (12/9).

Polisi Anggap Kriminal Murni

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Timur Pradopo menyatakan bahwa kasus penusukan terhadap jemaat HKBP adalah kriminal murni. “Ini murni kriminal. Bukan masalah agama,” katanya saat mengunjungi para korban di RS Mitra Bekasi (12/9).

Pada kesempatan yang sama, Kapolda juga menyangkal tudingan bahwa pihaknya kurang melakukan pengamanan terhadap jemaat HKBP. Menurutnya, pengamanan sudah dilakukan dengan maksimal hampir setiap minggunya dalam sebulan terakhir ini.

Sementara itu, Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi telah melaporkan bahwa pihaknya telah meringkus dua orang yang diduga sebagai pelaku. “Status mereka masih dugaan,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Imam Sugianto, kepada wartawan.

Pengusutan Tuntas

Kasus penusukan terhadap jemaat HKBP mendapat simpati luas dari berbagai kalangan masyarakat. Di jejaring sosial, terutama Facebook dan Twitter, masyarakat menyampaikan harapan agar negara serius mengusut tuntas kasus ini.

“Lumpuh rasanya mendengar berita jemaat HKBP ditusuk saat hendak beribadah…SBY, kamii tunggu konsistensimu bersikap atas preseden ini!” ujar seorang pengguna Facebook.

Menko Polhukam Djoko Suyanto telah mengeluarkan statemen yang meminta aparat kepolisian segera mengusut dan mengungkap kasus penusukan dan penganiayaan jemaat HKPB di Bekasi.

“Saya instruksikan Polri segera mencari dan menindak pelaku penganiayaan sesuai hukum berlaku,” katanya kepada Kantor Berita ANTARA.

Selain itu, seperti dilaporkan juga oleh ANTARA, Presiden SBY telah memerintahkan Menko Polhukam dan Kapolri untuk segera menangkap dan mengungkap kasus penusukan ini.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, “ Presiden juga kembali menegaskan, tak ada ruang bagi para pelaku tindak kekerasan di Indonesia. Tindak kekerasan, atas dasar dan alasan apa pun, tidak dapat ditoleransi.”

Bukan Kriminal Biasa

Kasus penyerangan terhadap jemaat HKBP Pondok Indah Timur, Kampung Ciketing, Bekasi, bukan hanya sekali ini. Sebelumnya, sekitar bulan Juli, sekelompok orang telah melakukan pelarangan beribadah kepada jemaat HKBP.

Pada tanggal 10 Juli 2010, saat jemaat HKBP PTI hendak mendirikan tenda di sebuah lahan yang berlokasi di RT 003/RW 006 Kampung Ciketing, Bekasi untuk acara kebaktian, mereka didatangi puluhan orang yang meminta agar kegiatan ibadah itu dihentikan.

Baru-baru ini, tepatnya 8 Agustus 2010, jemaat HKBP kembali diserang oleh sekelompok orang yang mengatas-namakan diri sebagai warga. Dalam aksi penyerangan itu, belasaan jemaat menjadi korban pemukulan oleh pelaku penyerangan.

Menanggapi kasus penusukan jemaat HKBP hari ini (12/9), pengacara Todung Mulya Lubis berusaha menyimpulkan bahwa kasus ini bukan sekedar kriminalitas biasa. “Penusukan Pdt Sihombing nampaknya bukan tindak kriminal biasa. Ini teror terhadap hak beribadah. Tindakan ini menggergaji pilar kemajemukan bangsa,” tulis Todung di accout Twitternya (12/9).

Oleh karena itu, Todung meminta agar Polisi kerja keras untuk untuk mengusut kasus ini. “Saya harap polisi menyadari betapa tugas penyidikan kasus penikaman ini sangat penting buat kita sebagai bangsa,” kata Todung di jejaring sosial tersebut. (Ulfa & KS)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut