KASBI Kecam Represi Atas Aksi Mogok Pekerja

Aksi mogok kaum pekerja kembali diperhadapkan dengan represi. Ironisnya, represi ini dilakukan oleh aparat negara, Polri dan TNI. Tidak hanya itu, aparat keamanan dan pengusaha juga mengerahkan massa bayaran untuk memukul aksi mogok pekerja.

Inilah yang dialami oleh pekerja Pertamina Gas di Tegal Gede, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/10/2012). Para pekerja ini merupakan anggota Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Pihak pengusaha mengerahkan kepolisian untuk membubarkan aksi massa kaum pekerja.

Tak pelak lagi, tembakan gas air mata pun dimuntahkan ke arah kaum pekerja yang sedang menuntut hak-haknya. Selain itu, 3 pekerja juga ditangkap. Sejumlah pekerja lainnya mengalami luka-luka.

Menanggapi kejadian ini, Ketua Umum KASBI, Nining Elitos, mengatakan, konflik antara buruh dengan Pertamina bisa diselesaikan di meja perundingan. “Sudah disepakati pada tanggal 18 Juli 2012 untuk dilakukan perundingan antara tanggal 3 September sampai akhir November dengan pokok bahasan yang telah disepakati,” ungkapnya.

Yang terjadi, ujar Nining, pihak Pertamina melanggar kesepakatan tersebut dan menyerahkan persoalan ke pengacara. Bagi pekerja, penyelesaian masalah mestinya melalui perundingan yang mengedepankan penyelesaian konflik (win-win solution), bukan menang atau kalah.

“Pihak pengacara berkehendak menghapuskan kesepakatan 18 juli itu,” ungkapnya.

Pihak pekerja pun merespon tindakan pengusaha itu dengan aksi pemogokan yang dilakukan di beberapa tempat, seperti Indramayu, Prabumulih (Sumatera Selatan), Bekasi, dan Tangerang.

“Ya, sayang sekali, pihak pengusaha merespon tuntutan itu dengan pengerahan aparat keamanan dan preman,” tegasnya.

Aksi kekerasan terhadap pekerja sendiri sudah berulang kali. Dua hari lalu, 8 Oktober 2012, di RU VI Balongan, Indramayu, aksi para pekerja dihadang dan diserang oleh sekelompok massa tak dikenal. Ironisnya, massa tak dikenal tersebut tampak bekerjasama dengan aparat TNI dan PERTAMINA.

Hari ini, 10 Oktober 2012, kepolisian dari Polres Bekasi membubarkan dengan jalan kekerasan aksi pekerja pertamina gas di Tegalgede, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Padahal, pekerja hanya ingin menagih kesepakatan tanggal 3 oktober 2012 terkait janji Pertamina menghapus outsourcing.

Dalam siaran persnya, KASBI mengutuk tindakan represif kepolisian terhadap aksi pekerja di Petragas, Tegal Gede, Cikarang, Bekasi. KASBI juga mendesak agar pihak kepolisian membebaskan para pekerja yang ditangkap.

KASBI juga menuntut Pertamina untuk melanjutkan perundingan secara langsung antara manajemen Pertamina dan Serikat Buruh untuk membahas skala upah dan kondisi kerja di lingkungan mitra Pertamina.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut