Karya Pelukis Indonesia Dikagumi di Moskow

Lukisan Indonesia karya beberapa seniman ternama Tanah Air mengundang decak kagum para penikmat seni Rusia yang mengunjungi pameran “Novaya Zijn Zivopis Indanyezii” (A New Life of Indonesian Painting) di Museum Seni Oriental Moskow, pada akhir September lalu.

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Rusia di Moskow menjelaskan, 33 lukisan yang dipamerkan tersebut merupakan hadiah dari pengamat Indonesia asal Rusia Profesor Vilen Sikorskiy dan Natalia Chevtaikina untuk Museum Seni Oriental Moskow pada 2008 dan 2014.

Di antara lukisan-lukisan tersebut terdapat karya Djoko Pekik, Basuki Resobowo, A. Rustamaji, Rustamadji, Ichi Tarmizi, Lili Cecep, Kunsoyono, dan Nazir Bondan.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia, Wahid Supriyadi, mengaku gembira dan terharu melihat antusiasme warga Rusia yang mengapresiasi lukisan dan berbagai benda seni asal Indonesia dalam pameran tersebut.

“Hal ini tentu akan memberikan variasi dan kontribusi bagi hubungan bilateral Indonesia dan Rusia,” kata Wahid.

Sikorskiy menjelaskan, sebagian lukisan tersebut awalnya merupakan milik mantan Dubes RI untuk Srilanka, Harmain Rusdi, yang pernah menggelar pameran di Kolombo pada 1962. Setelah peristiwa 1965, Rusdi menetap di Uni Soviet dan menghadiahkan lukisannya kepada teman-teman Rusia. Sementara sisanya dibagikan kepada para mahasiswa ikatan dinas yang setelah peristiwa tersebut menyebar entah kemana.

Restorasi lukisan dilakukan oleh I. Solovyev dan I. F. Kuznetsov selama lima tahun. Maklum, sebagian besar karya seni tersebut telah berusia lebih dari 50 tahun dan banyak catnya yang telah mengelupas. Berkat kerja keras keduanya, lukisan tersebut berhasil dihidupkan kembali dan dipamerkan ke publik.

Sebagian besar lukisan itu menganut gaya realisme sosialis, yang berusaha memperlihatkan kehidupan sosial rakyat jelata. Terutama kehidupan rakyat di daerah pedesaan.

Selain lukisan, Museum Seni Oriental juga mengoleksi berbagai benda seni asal Indonesia termasuk keris dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera, dari abad ke-17 hingga ke-19.

Ada pula koleksi kain batik tulis peninggalan abad ke-19 dan ke-20, serta koleksi tokoh wayang kulit Jawa seperti Antaboga, Semar, dan tokoh lain dalam epik Ramayana dan Mahabharata.

Selain itu, terdapat berbagai benda seni Indonesia yang dipamerkan di museum tersebut sepanjang waktu, antara lain koleksi topeng wayang orang Jawa, ukiran patung singa abad ke-19 asal Bali, patung dewa Hindu, dan gendang topeng Rangda.

Sumber: RBTH Indonesia

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut