Kartu Ucapan Lebaran Gubernur Dan Wakil Gubernur Jabar Diprotes

SUKABUMI: Para Aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) mengecam pembuatan kartu ucapan selamat lebaran atas nama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Hal itu disampaikan saat menggelar aksi massa di Balaikota Sukabumi, Jumat (3/9). Menurut para aktivis, pencetakan kartu ucapan lebaran tersebut telah menggerus dana APBN begitu banyak, namun tidak ada kontribusinya bagi kesejahteraan rakyat.

Menurut ketua HMI Jabar Angga Perwira, anggaran sebesar itu lebih baik digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat seperti dialokasikan untuk mengentas kemiskinan.

Sementara ketua PII Sukabumi, Fajri Arkiang, menganggap kebijakan ini sebagai sebagai bentuk pendzoliman terhadap rakyat ditengah kemiskinan.

“Lebih baik dana tersebut digunakan untuk anggaran pendidikan atau untuk pengembangan ekonomi rakyat seperti penambahan modal usaha bagi PK5.  Hal itu lebih mulia dari pada hanya untuk dipakai hura-hura pencitraan politik,” katanya.

Untuk diketahui, pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana dari APBD  untuk mencetak dan mengirim kartu selamat Lebaran. Alokasi dana itu terdiri atas biaya cetak Rp 700 juta dan prangko senilai Rp 1,012 miliar. Jadinya, total biayanya Rp 1,7 miliar.

Sebagai bentuk ekspresi terkait protes terhadap kebijakan tersebut, massa kemudian menurunkan baliho bergambar Ahmad Heryawan di Balaikota dan di Lapangan Merdeka, lalu membakarnya di tengah lapangan. (Rozak Daud Hobamatan)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • hasan masat

    hemmm lebih baik dana sebesar itu digunakan untuk membuat kartu warganya tidak malu malu miskin…jadi Gubernur dan Wakil Gubernur kok bego banget…ndak usah pake pake kartu lebaran bila warganya belum bisa lebaran dengan normal…