Karnaval Untuk Empat Tuntutan Pokok Rakyat

MAKASSAR: Sedikitnya 700 orang anggota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) melakukan karnaval saat menggelar aksi massa di Kantor Gubernus Sulsel, Kamis (8/7). Karnaval ini dianggap sebagai cara mengekspresikan empat tuntutan pokok mereka.

Keempat tuntutan pokok yang dimaksud adalah merubah kriteria miskin versi BPS, perbesar anggaran subsidi pendidikan untuk rakyat miskin, batalkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), dan batalkan rencana pencabutan subsidi BBM.

Dalam karnaval itu, ada puluhan ibu-ibu yang membawa obor, anak-anak memakai seragam sekolah, ibu-ibu memakai daster dan membawa jerigen serta peserta aksi yang memakai topi caping.

Ketua SRMI Makassar Wahidah menjelaskan, keempat tuntutan itu diperoleh melalui penyebaran angket dan pengumpulan di sejumlah tempat di Makassar, antara lain, pasar, pantai losari, kampus, perkampungan warga, dan tempat-tempat berkumpul rakyat lainnya.

Keempat tuntutan itu, katanya, menunjukkan tuntutan paling objektif yang dihadapi rakyat sekarang ini, terutama kalangan miskin yang terjepit oleh kenaikan harga dan tidak adanya lapangan pekerjaan.

Dijelaskannya, kriteria miskin versi BPS tidak dapat menjelaskan keadaan kemiskinan yang sebenarnya, sehingga banyak orang miskin yang luput dari perhatian dan program pembangunan.

Untuk pendidikan, Wahidah mencatat bahwa setelah pemerintah meluncurkan program BOS, biaya pendidikan di SD dan SMP masih tetap mahal dan sulit dijangkau oleh anak orang miskin. Lebih jauh, pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi lebih mahal lagi, sehingga tidak memberi jalan sedikitpun bagi rakyat miskin untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Wahidah juga menyesalkan keputusan pemerintah untuk menaikkan harga TDL dan berencana menghapus subsidi BBM. Kedua kebijakan ini dianggap akan membunuh rakyat miskin lebih cepat, bersamaan dengan kehancuran ekonomi rakyat dan ekonomi nasional.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut