Kapolri Yang Diharapkan

Rencana pergantian Kapolri semakin dekat. Beberapa nama calon kapolri sudah beredar di masyarakat yaitu Komjen Pol Nanan Soekarna, Irjen Pol Imam Sudjarwo, dan Kapolda Metro Irjen Pol Timur Pradopo. Apa pentingnya pergantian kapolri bagi kita?

Silih berganti kapolri kita alami tapi hampir selalu tampak tak ada terobosan yang berarti bagi rakyat. Bergantinya kapolri seperti biasa saja dan kemudian berlalu saja bersama citra polisi yang tampak tak juga berubah. Masyarakat masih menilai bahwa citra polisi masih buruk dan tak berubah bahkan sejak reformasi berjalan, terutama dalam menangani persoalan-persoalan rakyat kecil. Gaya militeristik dalam menangani rakyat yang seharusnya sudah ditinggalkan sebagai warisan Rejim Soeharto masih saja berlangsung.

Pada editorial kami yang lalu, Rabu, 21 Juli 2010, kami catat bahwa perjalanan kepolisian, dalam rentang tiga tahun terakhir ini, di bawah kepemimpinan Bambang Hendarso Danuri, kebobrokan-kebobrokan Polri semakin kasat mata di hadapan rakyat. Mulai dari kasus pertarungan Cicak vs Buaya, Rekening Gendut Pejabat-Pejabat Polri, tindakan represif di berbagai daerah saat menangani protes sosial (Buol, Buton, Suluk Bongkal, Banggai, dsb) serta perilaku-perilaku yang bertentangan dengan semangat demokrasi lainnya. Belum lagi tingkah laku polisi yang masih sering melakukan “pungli” di jalan raya, yang sejak jaman rejim Soeharto hingga sekarang ini belum sanggup diberantas.

Itu semua menunjukkan bahwa usaha membangun citra polisi di depan masyarakat sebagaimana semboyan kepolisian sendiri sebagai PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN Masyarakat masih jauh panggang dari api. Kami ingatkan bahwa Kepolisian Republik Indonesia tumbuh di tengah kancah revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu jiwanya dekat dengan rakyat yang juga berjuang melawan penjajahan. Dengan begitu watak polisi republik yang tumbuh bersama revolusi kemerdekaan itu adalah patriotisme: cinta tanah air beserta cinta terhadap rakyatnya yang dibela dengan sepenuh jiwa.

Kami kutipkan dari http://www.polri.go.id/:

LAHIR, tumbuh dan berkembangnya Polri tidak lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia sejak Proklamasi. Kemerdekaan Indonesia, Polri telah dihadapkan pada tugas-tugas yang unik dan kompleks. Selain menata keamanan dan ketertiban masyarakat di masa perang, Polri juga terlibat langsung dalam pertempuran melawan penjajah dan berbagai operasi militer bersama-sama satuan angkatan bersenjata yang lain. Kondisi seperti ini dilakukan oleh Polri karena Polri lahir sebagai satu-satunya satuan bersenjata yang relatif lebih lengkap.

Hanya empat hari setelah kemerdekaan, tepatnya tanggal 21 Agustus 1945, secara tegas pasukan polisi segera memproklamirkan diri sebagai Pasukan Polisi Republik Indonesia dipimpin oleh Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin di Surabaya, langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat maupun satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi dan kekalahan perang yang panjang.

Harapan kita terhadap pergantian kapolri yang mendekat ini tak lain dan tak bukan adalah dengan dipilihnya kapolri yang baru adalah juga berarti (usaha) kembalinya jiwa Patriotisme kepolisian Republik yang tak lain juga kecintaan pada rakyat, bangsa dan Negara. Rakyat Indonesia yang semakin dimiskinkan di tengah pergaulan dunia; semakin menjadi kuli di negeri sendiri; di tengah semakin gencarnya modal asing menjarah kekayaan Republik, Kepolisian Republik Indonesia seharusnya tidak semakin menjadi beban rakyat tetapi tampil sebagai PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN Masyarakat yang sesungguhnya.

Kapolri baru pilihan Presiden SBY, sanggupkah?

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut