Belanja Itu Ideologi

Selasa, 26 Juni 2012 | 10:37 WIB 0 Komentar | 129 Views

belanja di mall

Penyebaran jaringan mini-market, seperti Alfamart dan Indomart, dianggap membunuh pasar rakyat. Akibatnya, banyak produk industri rumah tangga dan produksi kecil-kecilan kehilangan pasarnya. Kemampuan ekonomi rakyat yang terbatas dihajar modal raksasa.

“Tidak belanja di Mall dan mini-market itu adalah ideologi. Tidak menginjakkan kaki di sana adalah sehat secara ekonomi,” kata Sobary saat berbicara dalam diskusi bertajuk “Pancasila dan UUD 1945 Sebagai Dasar Persatuan Nasional Untuk Merebut Kembali Kedaulatan Bangsa” di ruang Puri Agung Hotel Sahid, Jakarta (25/6/2012).

Bagi Sobary, pasar bukan sesuatu yang netral, melainkan mewakili suatu ideologi, yakni pencarian keuntungan. Oleh karena itu, baginya, pemerintah juga harus berani punya ideologi, yaitu membela kepentingan rakyat.

Sobary pun mengutip ucapan Nabi Muhammad SAW: “.. seburuk-buruknya tempat adalah pasar.” Sebab, seperti dijelaskan Sobary, pasar identik dengan keserakahan dan hal-hal yang berbau tipu daya.

Untuk melawan dominasi pasar, khususnya pasar global, Sobary pun mengusulkan perlunya membangun gerakan sosial baru (new social movement). Baginya, gerakan sosial baru merupakan bentuk gerakan yang musuh utamanya adalah pasar global dan rezim-rezim lokal penindas rakyat.

Selain itu, menurutnya, gerakan sosial baru juga merupakan aktivitas melawan secara langsung berbagai regulasi yang merugikan rakyat. Ia mencontohkan, dirinya saat ini sedang terlibat dalam perjuangan bersama petani tembakau melawan kepentingan neokolonialisme.

“Ada kepentingan asing dan uang asing dibalik kampanye anti-tembakau,” kata Sobary.

AGUS PRANATA

Tags: , ,

FeedBerlangganan Via RSS FEED

Info Artikel Terbaru Via Surel :