Rakyat Dompu Tolak Tambang Pasir Besi

Selasa, 28 Februari 2012 | 14:20 WIB 0 Komentar | 221 Views

Demo GNP-33

JAKARTA (BO): Ratusan massa Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar aksi massa di kantor camat Kempo, Selasa (28/2/2012). Mereka menuntut pencabut Ijin Usaha Pertambangan (IUP) pasir besi di daerahnya.

“Eksplorasi tambang pasir besi mengancam ekonomi rakyat. Banyak rakyat yang akan kehilangan lapangan ekonominya,” kata Koordinator Aksi, Ady Irawan, saat menyampaikan orasinya.

Selain itu, kehadiran tambang pasir besi juga berpotensi membawa bencana lingkungan bagi warga sekitar. “Rakyat akan terancam kelangsungan hidupnya jika ijin eksplorasi itu tetap dilanjutkan,” katanya.

Aksi ini sempat diwarnai kericuhan saat massa mendekati pagar kantor camat. Pihak kepolisian mempertanyakan surat ijin penyelenggaraan aksi. Kontan saja tindakan itu memicu kemarahan massa aksi.

Beberapa saat kemudian, salah seorang perwakilan camat Kempo keluar menemui massa aksi. Ia menyampaikan bahwa camat sedang tidak berada di kantornya karena ada urusan di luar.

Akan tetapi, massa aksi tidak percaya dengan info tersebut. Massa aksi pun berupaya menyegel kantor camat ini. Akhirnya, beberapa perwakilan massa aksi diterima berdialog dengan pihak camat di Aula kecamatan.

Sementara itu, massa aksi yang berada di luar kantor camat melakukan aksi pembakaran ban bekas. Mereka juga membakar keranda mayat sebagai simbol matinya nurani pejabat.

Dalam dialog yang berlangsung di Aula kecamatan, Camat Kempo berjanji akan memfasilitasi pertemuan dengan Bupati Dompu. Dalam pertemuan itu nanti, warga akan diberi kesempatan untuk menyampaikan sikapnya terkait penolakan terhadap ijin usaha pertambangan tersebut.

FRAT Dompu merupakan gabungan antara Gerakan Pemuda Rakyat Dompu dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

RANGGA SETIAWAN

Tags: , , ,

FeedBerlangganan Via RSS FEED

Info Artikel Terbaru Via Surel :