Mahasiswa Lampung Bersolidaritas Untuk Bima

Selasa, 27 Desember 2011 | 18:32 WIB 0 Komentar | 87 Views

Sedikitnya 30-an aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Bima, siang tadi (27/12). Mereka mengecam tindakan brutal aparat kepolisian saat membubarkan aksi protes rakyat Bima.

“Kekerasan polisi terhadap rakyat terjadi di mana-mana. Ini seolah sudah menjadi watak institusional. Hal itu disebabkan oleh keberpihakan kepolisian terhadap pemilik modal,” ujar Nyoman Adi, aktivis LMND Lampung.

Awalnya, aktivis ini menggelar mimbar bebas lampu merah tugu bundaran Bandar Lampung. Lalu, beberapa puluh menit kemudian, mereka bergeser menuju markas Polda Lampung.

Di depan Mapolda, sudah ada dua organisasi mahasiswa yang menggelar aksi serupa, yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kedua kelompok mahasiswa ini kemudian bergabung dalam satu panggung.

Aksi mahasiswa ini mendapatkan pengawalan cukup ketat dari pihak kepolisian. Isnan Subkhi, seorang aktivis LMND, mengatakan, kekerasan yang terjadi di Bima berpangkal pada persoalan kebijakan ekonomi-politik pemerintahan SBY-Budiono yang pro-imperialisme.

“SBY-Budiono sangat tunduk pada kehendak modal. Jadi, apapun yang dikehendaki modal, rejim SBY-Budiono akan memenuhinya. Maka dibuatlah sejumlah ketentuan yang sangat pro-modal,” tegas Isnan.

Usai menggelar orasi-orasi politik, mahasiswa menyerahkan karangan bunga kepada kepolisian. Hal itu sebagai simbol matinya hati-nurani kepolisian. Lalu, di penghujung aksi, mahasiswa berusaha membakar keranda.

Tetapi usaha itu coba dihentikan polisi. Seorang anggota polisi nyaris terbakar saat mahasiswa mulai membakar keranda itu. Polisi pun bereaksi dan berusaha membubarkan aksi mahasiswa ini.

SADDAM CAHYO

Tags:

FeedBerlangganan Via RSS FEED

Info Artikel Terbaru Via Surel :