Bimbingan Belajar Rakyat Miskin Kian Populer

Jumat, 25 Maret 2011 | 22:15 WIB 1 Komentar | 293 Views

Sungguhpun dijalankan dengan swadaya sendiri, bimbingan belajar Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) di kecamatan Bubutan, Surabaya, makin populer di tengah-tengah rakyat.

Baru sebulan lebih berjalan, nama pusat bimbingan belajar SRMI kian dikenal. Karenanya, mulai banyak pihak yang memberikan dukungan dan menawarkan bantuan secara konkret.

Salah satunya adalah Hj. Siti Komariah, yang juga dikenal sebagai ketua PKK RW2. Bahkan, menurut ibu Komariah–sapaan akrab Hj. Siti Komariah, pihak kelurahan pun sudah mengetahui dan menyetujui keberadaan bimbel ini.

Selain jumlah murid yang terus bertambah, jumlah tenaga pengajar pun terus bertambah: dari 4 orang menjadi 12 orang. Setidaknya, dengan keberadaan bimbel ini, motivasi anak-anak untuk belajar pun sangat kuat.

Menurut Haji Lukman, kepala bimbel ini dan sekaligus anggota PRD, menceritakan bagaimana respon birokrasi pada awal pendirian bimbel ini. “Dulu kami sering menyodorkan proposal kerjasama dengan birokrasi, tetapi sengaja diabaikan. Tetapi sekarang banyak pihak yang menawarkan bantuan,” katanya.

Salah satu pihak yang sekarang ini sangat getol menawarkan bantuan adalah sebuah Rumah Zakat di jalan Gundih, Gg. 2, yang letaknya hanya beberapa meter dari tempat bimbel SRMI. “Mereka menawarkan susu kepada murid setiap kali masuk,” kata Haji Lukman.

Bukan hanya itu, guna mengimbangi perkembangan bimbel SRMI, Rumah Zakat juga menyelenggarakan bimbel serupa dengan jadwal yang sama. “Dulunya mereka sama sekali tidak punya perhatian, sekarang berusaha menggeliat,” katanya.

Tapi rakyat di daerah Kecamatan Bubutan tetap memilih Bimbel SRMI. “para aktivis SRMI mendirikan bimbel benar-benar untuk membantu rakyat miskin. Mereka bekerja secara sukarela dan tak kenal menyerah,” tegasnya.

Tags: , ,

  • Kawanmu dr Jabar

    saya sangat mendukung kegiatan seperti ini … tetapi saya hanya ingin menambahkan saja, tulisan di atas ada bahasan tentang menceritakan bagaimana respon birokrasi pada awal pendirian bimbel ini. “Dulu kami sering menyodorkan proposal kerjasama dengan birokrasi, tetapi sengaja diabaikan. jadi pemerintah yg terkait bkn tidak mau membantu tetapi bnyk kejadian baru saja berjalan minta bantu trs dibantu & tidak berkelanjutan! di tempat sayapun sudah berjalan pendidikan gratis sejak 2004 awalnya sama seperti klian, stahun kemudian alhamdulliah kita mendapatkan bantuan dr pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat dan dr Dinas Sosial Jabar. itupun tidak hanya berbentuk uang BOS/Beasiswa.kami mendapatkan berbentuk fisik malah kitapun mendapatkan guru PNS yg ditugaskan untuk mengajar di tempat kami. kalianpun pst bisa asalkan ikuti aturan hukum yg berlaku. ;)

FeedBerlangganan Via RSS FEED

Info Artikel Terbaru Via Surel :