Keberlanjutan Perlawanan Rakyat Mesir

Kamis, 10 Februari 2011 | 17:47 WIB 0 Komentar | 15 Views

Aktivis pro-demokrasi Mesir menyerukan kepada para pendukungnya untuk memperluas perlawana terhadap rejim Mubarak. Pernyataan ini keluar hanya beberapa saat setelah wakil Presiden Mesir, Omar Sulaiman, mengatakan bahwa seruan penggulingan terhadap Mubarak bisa memicu kudeta.

Omar Sulaiman, yang dipercaya Mubarak untuk mengatasi krisis ini, telah memunculkan kemungkinan adanya serangan baru terhadap gerakan protes.

Sulaiman juga menyampaikan kepada editor suratkabar Mesir mengenai “kelelawar di tengah malam gelap”, yang muncul untuk meneror rakyat, kecuali jika gerakan rakyat bersedia untuk melakukan negosiasi.

Sementara partai-partai oposisi duduk untuk melakukan pembicaraan mengenai reformasi konstitusi, gerakan rakyat justru berpendirian bahwa mereka tidak akan melakukan pembicaraan sebelum Mubarak mundur.

Pejabat resmi pemerintah telah mengeluarkan janji tidak akan menyerang, melukai, dan menangkap demonstran dalam beberapa hari ini, setelah muncul tekanan dari pemerintah Amerika Serikat.

Namun, surat kabat setempat melaporkan bahwa dua orang tewas dan ratusan orang terluka setelah bentrokan antara demonstran melawan polisi di kota El Kharga pada selasa malam.

Abdul-Rahman Samir, juru-bicara lima kelompok utama gerakan pemuda yang mengorganisir aksi massa di lapangan Tahrir (pembebasan), mengatakan: “Mereka mengancam memberlakukan darurat militer, yang berarti seluruh orang di lapangan ini akan dihancurkan.”

Pemogokan pekerja terusan suez

Enam ribu pekerja melancarkan pemogokan terbatas dan melakaukan pendudukan di terusan Suez pada hari Selasa untuk menuntut perbaikan kondisi hidup.

Pejabat otoritas terusan Suez, Mohamed Motair, berpendirian bahwa pekerja tidak terlibat dalam operasi tetapi aktivitas terusan Suez tetap berjalan normal.

Antara 5 sampai 7% minyak yang sampai eropa itu melalui terusan ini setiap hari, dan hal ini sangat berpengaruh terhadap harga dan pasokan minyak dunia.

Angka resmi seperti yang dikutip oleh media Mesir melaporkan bahwa pendapatan tol dari terusan ini menurun 1,6%, setara dengan penurunan 423.4 juta USD di bulan desember dan 416.6 juta di bulan januari, meskipun angka ini masih lebih tinggi dibanding dengan tahun 2010.

Partisipasi kelas pekerja

Sementara itu, serikat buruh telah melancarkan pemogokan umum nasional, yang telah menambah momentum bagi kaum oposisi di kota Kairo dan kota-kota besar lainnya.

Aljazeera melaporkan bahwa sedikitnya 20.000 pekerja keluar pabrik dan bergabung dalam pemogokan pada hari rabu.

Meskipun begitu, sebagaimana dilaporkan oleh Aljazeera, tuntutaan para pekerja tidaklah politis, melainkan soal tuntutan kenaikan upah dan kesejahteraan.

“Mereka menginginkan kenaikan gaji yang lebih baik, menghapuskan kesenjangan upah, dan mereka menuntut kenaikan sebesar Rp15% sebagaimana yang dijanjikan oleh negara,” kata wartawan Aljazeera.

Meskipun begitu, dalam poster dan tuntutan massa buruh terdapat tuntutan agar Presiden Mesir, Hosni Mubarak, segera mengundurkan diri.

Tags:

FeedBerlangganan Via RSS FEED

Info Artikel Terbaru Via Surel :