Jutaan Guru Dan Pelajar Spanyol Turun Ke Jalan

Sebagian besar lembaga pendidikan di Spanyol, dari sekolah dasar hingga Universitas, ditutup pada hari Selasa (22/5/2012). Pasalnya, sebagian besar guru dan siswa turun ke jalan untuk memprotes pemotongan anggaran pendidikan.

Menurut laporan media setempat, sedikitnya satu juta guru dan tujuh juta siswa berpartisipasi dalam pemogokan ini. Aksi ini diorganisir oleh lima serikat guru terbesar di Spanyol. Selain itu, pihak serikat mengklaim bahwa tingkat partisipasi guru dalam aksi pemogokan berkisar 80% sampai 90-95%.

Pemerintah Spanyol berencana akan memotong anggaran sektor pendidikan sebesar 3 milyar euro. Selain itu, pemerintah akan memangkas subsidi pendidikan hingga 20%. Hal ini berdampak langsung pada sektor pendidikan: pengurangan jumlah guru, penumpukan jumlah siswa dalam satu kelas, dan berkurangnya kegiatan ekstra-kurikuler.

Salah seorang pemimpin Persatuan Kiri Spanyol, Cayo Lara, menuding pemotongan anggaran pendidikan sebagai konsekuensi dari krisis ekonomi. Cayo Lara bersama koleganya di parlemen menyatakan dukungan terhadap pemogokan para guru dan siswa.

Di Spanyol, kebijakan penghematan turut menghela peningkatan angka pengangguran hingga mencapai 25%. Bahkan, untuk umur di bawah 25, tingkat pengangguran sudah mencapai 50%. Tingkat putus sekolah di Spanyol cukup tinggi, yakni 30%.

Pemerintah Spanyol juga memberi ijin kepada Universitas negeri untuk menaikkan biaya pendidikan hingga 60%. Kebijakan ini dianggap akan menghilangkan kesempatan banyak pemuda Spanyol.

Sektor kesehatan juga menderita akibat penghematan. Bulan ini, parlemen menyetujui sistem pembayaran baru di rumah sakit, dimana pasien diharuskan menutupi porsi lebih besar dari keseluruhan biaya.

Hal itu telah menciptakan kemarahan massa rakyat Spanyol.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut