Jutaan Catalonian Demonstrasi Menuntut Hak Sebagai Bangsa

BARCELONA: Lebih dari satu juta orang memadati pusat kota Barcelona pada hari sabtu untuk menuntut otonomi yang lebih besar untuk Catalonia dan memprotes keputusan pengadilan baru-baru ini yang melarang wilayah berpenduduk tujuh juta ini menyebut diri mereka sebagai satu bangsa, demikian dilaporkan Morning Star.

Lebih dari 1000 organisasi, termasuk partai politik, serikat buruh, kelompok budaya, dan asosiasi bisnis, ambil bagian dalam aksi ini. Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Catalan dan berbaris di belakang spanduk besar yang bertuliskan; “Kami adalah sebuah bangsa. Kami yang memutuskan.”

Pengadilan Spanyol baru-baru ini diberikan kekuatan baru untuk pemerintahan sendiri di wilayah tersebut, tapi pengadilan tertinggi pada hari Jumat memutuskan bahwa konstitusi hanya mengakui Spanyol sebagai bangsa di negara itu, sebuah pukulan bagi Catalonian untuk menganggap status tersebut.

Keputusan itu muncul setelah empat tahun perdebatan, dimana hakim liberal dan konservatif bersitegang, apakah piagam itu akan melampaui sistim Spanyol dalam menjamin pemerintahan sendiri di 17 wilayah.

Status otonomi wilayah Catalonia, yang sebelumnya disetujui oleh parlemen Spanyol dan disahkan oleh pemilih Catalan dalam referendum pada tahun 2006, memberikan peningkatan kekuasaan pada parlemen lokal dalam persoalan pajak dan peradilan dan juga kontrol yang berlebih untuk pelabuhan, bandara, dan imigrasi.

Pengadilan sudah menyetujuian pada bulan Juni status otonomi Catalonia, tapi mengubah banyak point controversial, digambarkan dengan kemarahan pemimpin daerah berhaluan nasionalis.

Catalan bangga dengan sejarah mereka hingga abad ke -18, dihubungkan dengan independensi mereka dari kerajaan Aragon.
Tapi selama kediktatoran Franco dari 1939-1975 dilarang berbicara baik dengan bahasa mereka ataupun mempublikasikan buku dalam bahasa mereka.

Sosialis yang mengepalai pemerintahan regional, Jose Montilla, dan kedua pendahulunya terlihat memimpin pawai. Tapi, Josep-Lluis Carod-Rovira, wakil kepala pemerintahan daerah Catalan dan pemimpin partai republican kiri separatis Catalan, mengatakan bahwa penentuan waktu untuk menggelar aksi ini kurang tepat.

“Ini konyol,” ujarnya. “Kami akan berakhir dengan bendera Spanyol yang berkibar di final piala dunia pada hari Minggu,” katanya di depan demonstran Catalan. (rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut