Jurnalis Harus Sensitif Gender Dalam Memberitakan Perempuan

Pembaca suratkabar (Ilustrasi)

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mendesak agar pemberitaan seputar perempuan di media massa lebih sensitif terhadap gender dan perlindungan terhadap perempuan.

“Penggunaan bahasa yang vulgar, menyudutkan, bahkan disertai gambar dan video perempuan, tidak melindungi hak privasi dan tak menerapkan azas praduga tak bersalah. Pemberitaan semacam itu sering dijumpai pada berita-berita seputar kriminal dan seks,” kata Koordinator Divisi Perempuan AJI Jakarta, Kustiah, di Jakarta, Jumat (8/3).

Dalam banyak pemberitaan, seperti tentang sosok Maharani Suciono, soal pesohor dunia hiburan, dan berita soal pemerkosaan, Kustiah menggarisbawahi bahwa media di Indonesia belum sensitif gender, menghakimi perempuan, dan menyudutkan perempuan.

“Alih-alih berita yang ditulis berdasarkan fakta dan verifikasi dari perspektif perempuan, media kerap kali memberi embel-embel cantik dan seksi kepada korban perempuan. Seolah-olah, karena perempuan itu cantik dan seksi, dia layak jadi korban,” ujar Kustiah.

Kustiah juga menambahkan, upaya melakukan perbaikan di ruang redaksi media massa juga masih menghadapi tantangan berat. Jurnalis yang berupaya mengenalkan perspektif gender dalam pemberitaan medianya diminta mengundurkan diri dan berujung PHK.

“Inilah yang menimpa Luviana, asisten produser di Metro TV, yang meminta evaluasi terhadap program Metro Malam karena banyak melanggar HAM dan tidak sensitif gender,” ungkapnya.

Dalam peringatan Hari Perempuan Sedunia kemarin, AJI Jakarta mendesak agar jurnalis dan media massa lebih mempraktikkan jurnalisme yang sensitif gender dalam pemberitaan seputar perempuan.

“Jurnalisme sensitif gender adalah jurnalisme yang memiliki empati dalam berbahasa, menampilkan fakta dan melakukan verifikasi dari sudut pandang perempuan setara dengan laki-laki serta tidak menempatkan perempuan sekedar objek dan komoditas belaka,” ujarnya.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut