JMP Surabaya tolak kenaikkan harga BBM subsidi

JMP Surabaya Tolak kenaikan BBM

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Pejuang (JMP) Surabaya menggelar aksi penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan gedung Grahadi Surabaya, Senin (17/11/2014).

Aksi Mahasiswa yang terdiri dari LMND,GMNI,FMN, GMKI, HMI dan LDF tersebut, menolak rencana pemerintahan Jokowi-Jk menaikkan harga BBM bersubsidi. “Alasan defisit APBN merupakan alasan yang tidak rasional. Kenaikan harga BBM subsidi justru akan menyengsarakan rakyat, biaya transportasi, harga-harga kebutuhan pokok, dan biaya hidup semakin mencekik,” teriak korlap aksi.

“Indonesia kaya akanenergi. Masalahnya sumber-sumber energy minyak dan gas kita dikuasai oleh asing: sekitar 85-90% lading minyak kita dikuasai perusahaan asing, 90% produksi gas kita dikuasai oleh 6 perusahaan asing, dan sekitar 70% produksi batubara kita dikuasai asing,” teriak orator aksi saat di depan gedung Grahadi Surabaya.

Selain itu, menurut koordinator aksi, kenaikan harga BBM hanyalah kedok pemerintah untuk mendorong liberalisasi di sektor hilir. Untuk diketahui subsidi BBM mengganggu mekanisme pasar penjualan BBM. Sehingga korporasi SPBU asing sulit berkompetisi di dalamnegeri. Kalau harga BBM jadi dinaikkan oleh Pemerintah, SPBU asing akan berlomba-lomba masuk ke dalam pasar Indonesia seperti Shell (Belanda),Petronas (Malaysia), dan Total E & P (Perancis).

Dalam aksinya, mereka juga menggelar  aksi teatrikal yang menggambarkan Presiden Jokowi sebagai agen kepentingan asing  yang melakukan loby-loby bersama WTO, APEC, ADB. Teatrikal itu juga menggambarkan sumber ketidaksejahteraan masyarakat Indonesia yang disebabkan oleh pemerintahan yang pro-Imperalisme.

Menurut JMP, kebijakan Jokowi-JK menaikkan harga BBM bersubsidi tidak terlepas dari campur tangan asing yang menginginkan penghapusan subsidi untuk rakyat. Untuk itu, kembali pada Pancasila dan UUD 1945 pasal 33 merupakan jawaban problematika bangsa saat ini. Kedaulatan nasional merupakan harga mati menegakkan kesejahteraan rakyat.

“Pemerintahan Jokowi-JK harus mengembalikkan kedaulatan nasional dan meneggakkan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi “Bumi, air, udara dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya di kuasai oleh negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat,”teriak ramadhan saat berorasi.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Pejuang Surabaya menyatakan sikap menolak kenaikkan harga BBM bersubsidi dan akan melakukan aksi-aksi lanjutan bersama rakyat, bilamana pemerintahan Jokowi-JK bersikukuh menaikkan harga BBM subsidi.

Naufal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Wildati Khoirun Nisa

    i think the government have low concern…

    the impact of rising fuel most widely felt by women and children. the increase in food prices, the cost of transportation, education, and other costs with automated housewife will find a way to arrange their daily needs stability. The easiest way to reduce the budget to buy food for his family needs.

    Can you imagine if this situation occurs, then the fulfillment of food at home will decrease the amount and quality. The worst affected are children, especially toddlers who are in a period of growth.