Jelang Kongres ke-8, PRD Sulteng Gelar Diskusi Akbar

Satu pekan menjelang Kongres ke-8 di Jakarta, Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulawesi Tengah (Sulteng) akan menggelar diskusi akbar bersama sejumlah pimpinan partai di Sulteng, Kamis (19/3/2015). Diskusi ini digelar untuk mengetahui situasi ekonomi-politik yang berkembang saat ini.

Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Azman Asgar menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara utuh tentang kondisi Sulteng dari sudut pandang ekonomi-politik baik tantangan maupun harapan, sebagai dasar menggali akar masalah, dalam mencari jalan keluar dalam membangun Sulteng kedepan.

“Diskusi akbar ini sebagai kegiatan pra kongres dengan tema PRD ; Pemilu 2019 dan gerak situasi politik Sulawesi Tengah.” Ujar Azman, Rabu,(18/3) yang juga Ketua KPK-PRD Kota Palu di Palu.

Menurutnya, diskusi yang rencananya akan digelar di sebuah hotel di Palu, akan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu: Ketua PRD Sulteng Adi Prianto, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah Alimudin Paada, Sekretaris Partai NasDem Sulteng Ibrahim Hafid, Aktifis Repdem Agus Faisal Salim dan Perindo Mahfud Masuara.

Disamping itu kata Azman,diskusi akbar itu juga akan dihadiri oleh para mantan aktifis PRD, kader dan anggota  PRD serta ormas pendukung PRD, sehingga diskusi tersebut diperkirakan akan berlangsung seru dan mendalam atas kehadiran mereka yang sudah beraktifitas di Partai politik lain.

Sementara, Ketua PRD Sulteng Adi Prianto menjelaskan, bahwa hasil diskusi tersebut akan dijadikan bahan tambahan untuk melengkapi materi situasi nasional yang akan dibawa dalam kongres PRD di Jakarta 24-26 Maret mendatang.

“Insya allah Kongres akan memutuskan PRD ikut Pemilu 2019, setelah selama lima tahun melakukan internalisasi, kini saatnya melakukan eksternalisasi,” ujar Adi Prianto.

Ia menjelaskan eksternalisasi yang dimaksud adalah hadir secara terbuka di tengah-tengah rakyat, berusaha mengenal kemampuan subyektif, kelemahan dan kekuatannya. “Bagian yang menjadi kelemahan dibenahi, bagian yang menjadi kekuatan diperteguh dan diperbanyak lagi,” katanya.

Ia berharap para mantan anggota PRD, yang sudah beraktifitas politik ditempat lain dapat kembali bergabung memperkuat perjuangan cita-cita partai sebagaimana yang diamanatkan dalam cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Rudi Astika

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut