Jalan Kaki 13 Hari, Satu Orang Petani Jambi Diopname

Selasa (29/3) sore, ratusan petani Jambi yang tengah menggelar aksi jalan kaki menuju Jakarta tiba di Ibukota kecamatan Sungai Lilin, kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Mereka langsung beristirahat di gedung Serba Guna Sungai Lilin. Namun, baru beberapa saat beristirahat, sejumlah petani peserta aksi bertumbangan akibat sakit bercampur kelelahan.

Tiga orang petani langsung dilarikan ke rumah sakit. Satu petani bernama Sunardi, 32 tahun, terpaksa diopname dan mendapat perawatan khusus.

“Kata dokter, sistim sarafnya terganggu dan sekarang sedang cek darah. Katanya, dia terlalu letih berjalan,” ujar koordinator keamanan aksi, Wahyu D Susilo, kepada berdikarionline.com, Selasa (29/3/2016).

Dua orang lainnya yang dilarikan adalah Leman (36 tahun) dan seorang balita bernama Albert Sihombing. Albert, yang ikut ibunya dalam aksi ini, menderita demam tinggi.

Secara umum kondisi kesehatan petani peserta aksi kurang baik. Sebagian besar mengalami sakit tenggorokan dan tekanan darah yang menurun.

Menurut Kepala Puskesmas Sungai Lilin dr. Gigi Yasmin Ali, sebagian besar peseta aksi kekurangan asupan makanan dan kurang meminum air putih.

Koordinator aksi jalan kaki Joko Supriadinata menjelaskan, karena kondisi kesehatan petani rata-rata kurang baik, aksi jalan kaki akan beristirahat sehari.

“Kita mau istirahat sehari dulu untuk memulihkan kondisi fisik dan menunggu kawan-kawan yang sedang dirawat di Rumah Sakit,” ungkap Joko.

Berdasarkan hitung-hitungan Joko, dalam 4-5 hari kedepan petani Jambi akan memasuki kota Palembang. Setiap harinya petani berjalan kaki dengan menempuh jarak 20-25 kilometer.

Muhammad Idris

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut