Iran Eksekusi Pimpinan Pemberontak

Pemerintah Iran pada hari Minggu (20/6) pagi mengeksekusi Abdul Malik Rigi, pimpinan kelompok militan Muslim Sunni, Jundallah, atas berbagai tuduhan pembunuhan, perampokan dan pembunuhan.

Setidaknya 154 orang aparat keamanan dan rakyat sipil Iran telah menjadi korban dari kelompok yang berasal dari wilayah Sistan-Baluchestan yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan.

Iran mengklaim bahwa Jundallah berhubungan dengan jaringan Al-Qaeda, serta didukung oleh AS, Inggris dan Pakistan untuk mengacaukan negeri itu.

Pernyataan pengadilan mengatakan bahwa Jundallah “berhubungan dengan anggota intelejen asing, termasuk anggota intelejen rejim AS dan Zionis di bawah naungan Nato.”

Pada 2007, pimpinan Jundallah yang dieksekusi tersebut menyatakan bahwa kelompoknya memperjuangkan hak-hak rakyat Baluch, yang menderita “genosida” oleh Iran, namun menyangkal bahwa ia memiliki agenda separatis atau radikal.

Rigi ditangkap oleh agen intelejen Iran pada Februari lalu ketika pesawat jet yang ditumpanginya dalam perjalanan dari Dubai menuju Kirgiztan dipaksa untuk mendarat di Teheran oleh pesawat tempur Iran.

Setelah penangkapannya, Rigi membuat pernyataan dalam TV milik pemerintah Iran bahwa pihak berwenang Iran menahannya pada saat akan menemui “seorang Amerika yang jabatannya tinggi” di Kirgiztan.

“Mereka [Amerika] mengatakan akan bekerjasama dengan kami dan memberikan saya perlengkapan militer,” kata Rigi dalam siaran rekaman itu

Pejabat AS menggambarkan tuduhan ini sebagai propaganda Iran yang tak berdasar.

*) Diterjemahkan dari Al Jazeera

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut