Inilah Tiga Potensi Rawan Konflik Di Pilkada 2015

Anggota caretaker Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Girindra Sandino, membeberkan tiga potensi yang mengundang kerawanan di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2015.

Adapun ketiga potensi itu adalah sebagai berikut.

Pertama, daftar pemilih tetap (DPT) pilkada serentak 2015. Kendati sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan 96.869.739 pemilih, tetapi angka itu belum final dan masih dalam perbaikan.

Karena itu, Girindra menganjurkan agar perbaikan DPT Pilkada 2015 tidak mengulang kasus Pileg 2014. Di Pileg 2014, ditemukan kasus pemilih fiktif, pemilih ganda, dan lain-lain.

“Jika kasus-kasus ini terjadi lagi, tidak tertutup kemungkinan konflik akan mengemuka di wilayah yang DPT-nya bermasalah,” kata dia.

Kedua, ketentuan pemenang Pilkada adalah peraih suara terbanyak atau satu putaran. Lantaran itu, kata Girindra, setiap kandidat akan menggunakan segala cara untuk bisa menang satu putaran.

“Khususnya daerah yang memiliki rekam jejak rusuh dalam pilkada dan daerah yang yang memiliki 2 (dua) pasangan calon di 6 Provinsi untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, dan 79 daerah di Pilkada tingkat Kabupaten/kota,” paparnya.

Ketiga, syarat pengajuan permohonan sengketa Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK) harus 0,5-2 persen. Dengan begitu, menurut dia, MK hanya mengadili hasil pilkada saja, bukan proses penyelenggaraannya.

“Lantas bagaimana jika terjadi kesalahan atau ditemukan kecurangan (electoral fraud) terkait data pemilih yang selama ini menjadi masalah klasik dalam setiap penyelenggaraan pemilu/pilkada,” tandasnya.

Terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada serentak yang sudah ditetapkan oleh KPU, Girindra menyarankan agar perbaikan DPT tidak mengulang kejadian pileg 2014.

“Di Pileg 2014, perbaikan DPT menyebabkan pengurangan jumlah pemilih, sementara disaat bersamaan surat suara sudah tercetak bahkan telah terdistribusi ke berbagai daerah karena masih memakai data DPT lama,” paparnya.

Untuk itu, Girindra mengharapkan agar ada pengonsentrasian aparat keamanan ke titik-titik yang didiperkirakan sangat rawan tersulut oleh konflik.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut