Inilah Kronologis Penembakan di Asrama Papua di Bandung

Asrama mahasiswa Papua di Bandung, yang terletak di jalan Cilaki nomor 59 Bandung, terusik oleh aksi beberapa orang tak dikenal pada Minggu (14/10/2018) dini hari.

Seorang pelaku menembakkan pistol sebanyak dua kali. Tak lama kemudian, beberapa pelaku lainnya kembali mendatangi Asrama Papua sambil melakukan pengrusakan dan pencurian.

Bovit, mahasiswa Papua yang jadi saksi mata kejadian ini, menuturkan, sebelum kejadian, puluhan mahasiswa Papua sedang berkumpul menyiapkan acara Bazar yang sedianya akan digelar Minggu (14/10) siang.

Sekitar pukul 03.00 WIB, sembilan orang mahasiswa hendak ke Pasar untuk membeli kebutuhan bazar. Namun, saat mereka memesan angkutan online, muncul sepeda motor jenis RX-King dengan suara meraung-raung dan melaju kencang.

“Itu sepeda motor yang ngebut mengarah ke mahasiswa yang keluar Asrama,” ujar Bovit.

Saat itu, lanjut Bovit, mahasiswa Papua menegur pengendara tersebut agar tidak ngebut. Bukannya berlalu, pengendara motor itu malah turun dari motornya, lalu melepaskan tembakan pistol dua kali.

“Teman-teman berhamburan karena panik, termasuk yang duduk-duduk di teras Asrama,” tuturnya.

Rupanya, aksi pengendara motor itu tidak berhenti. Dia menodongkan pisto ke arah empat orang mahasiswa di teras asrama yang tidak meninggalkan tempat.

“Saat itu, ada teman yang mencoba menghubungi Polisi,” terangnya.

Tak lama berselang, datang lagi tiga orang teman pelaku dengan mengendarai motor. Mereka menodong mahasiswa Papua dengan pisau dan botol minuman keras.

Tak hanya menodong, para pelaku juga merusak barang-barang asrama, seperti kursi, gelas, ember dan sepeda motor. Tak hanya itu, para pelaku juga membawa tas mahasiswa Papua yang berisi Rp 5,8 juta dan dua buah ponsel yang tertinggal.

Pasca melakukan pengrusakan dan pencurian, para pelaku meninggalkan lokasi menuju ke Taman Cibeunying.

Bovit menceritakan, pasca kejadian itu, beberapa mahasiswa Papua keluar dari Asrama untuk melihat keadaan. Mereka menuju taman Cibeunying.

“Di sana teman-teman melihat pelaku dan teman-temannya sedang nongkrong dan minum-minum,” ungkapnya.

Saat itu, usai pelaku dan temannya bubar, salah seorang temannya masih tertinggal. Mahasiswa Papua kemudian berinisatif menahan dan menggiring orang tersebut ke Asrama Papua.

“Tak lama setelah orang itu di Asrama, Polisi datang,” kata Bovit.

Sekitar pukul 05.00 WIB, Polisi membawa beberapa mahasiswa Papua dan orang yang terduga teman pelaku ke Polsek Bandung Wetan.

Di kantor Polisi, orang yang terduga teman pelaku diketahui membawa knuckle atau keling, senjata dari logam dipasang melingkari keempat buku jari terdepan dari tangan.

Siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB, 40-an mahasiswa Papua mendatangi Polsek Bandung Wetang. Mereka menuntut Polisi mengungkap dan menangkap para pelaku.

Hingga berita ini diturunkan, Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Beberapa personil Polisi juga berjaga di sekitar Asrama.

Wendi Hartono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut