Inilah 35 Perempuan Pemenang Pilkada

Hajatan besar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak telah usai. Tanggal 9 Desember 2015, yang merupakan hari pelaksanaan pemilukada serentak telah lewat. Kini semua pihak sibuk menghitung dan mencermati perolehan angka. Ada yang bersorak gembira karena sang kandidatnya menang, dan ada isak tangis, air mata bercampur luka kemarahan karena kalah. Kini, saatnya kita membaca peluang dan harapan dari hasil pilkada serentak.

Berdasarkan data KPU, pilkada serentak dilaksanakan di 269 provinsi, kabupaten dan kota. Sedangkan jumlah calon kepala daerah perempuan yang terlibat dalam pilkada hanya 123 orang dibandingkan dengan calon kepala daerah laki-laki yang berjumlah sekitar 1.620 orang. Artinya prosentase keterlibatan calon kepala daerah perempuan dalam pilkada hanya sekitar 7,32 persen. Hampir semua calon perempuan kepala daerah ini berlaga di tingkat kota/kabupaten, dan hanya satu di tingkat provinsi sebagai calon gubernur yaitu di Sulawesi Utara.

Dari  123 calon perempuan tersebut setidaknya 35 perempuan memenangkan pertarungan berdasarkan hitung cepat Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar serentak Rabu, 9 Desember kemarin.

Peta perempuan yang memenangi pilkada 2015 cukup variatif, tetapi secara garis besar, menurut Titi Anggraeni dari Perludem, dikategorikan dalam 3 kelompok, antara lain:

Pertama adalah kepala daerah yang berprestasi dan masuk daftar petahana seperti Tri Rismaharini dari Surabaya. Selain itu juga ada Chusnunia, aktivis Partai Kebangkitan Bangsa yang dianggap merupakan calon kepala daerah alternatif. Chusnul-panggilan akrab Chusnunia-yang merupakan keluarga besar kyai Nahdlatul Ulama itu, sebelumnya merupakan anggota dewan yang rajin turun ke daerah pemilihan.

Yang kedua kerabat petahana atau bagian dari dinasti politik seperti Airin Rahma Diani dari Tangerang Selatan dan Ratu Tatu dari Serang. Keduanya memiliki hubungan kekeluargaan dengan mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Choisiyah.

Ketiga, kepala daerah terpilih yang kontroversial. Nama Airin termasuk juga dalam daftar ini –sebagai istri dari Chaeri Wardhana terpidana kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar— dia berhasil mengambil hati masyarakat pemilih yang rata-rata pragmatis dan apatis.

Nama-nama yang memenangkan pilkada serentak versi hitung cepat adalah sebagai berikut:

  1. Airin Rachmi Diany, Walikota Tangsel.
  2. Ratu Tatu, Bupati Serang.
  3. Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.
  4. Sri Sumarni, Bupati Grobogan.
  5. Cellica, Bupati Karawang.
  6. Neni Moerniaeni, Walikota Bontang.
  7. Rita, Bupati Kutai Kertanegara.
  8. Chusnunia, Bupati Lampung Timur.
  9. AsminLaura, Nunukan.
  10. Ilmiati, Wakil Bupati Wakatobi.
  11. Indah Putri, Bupati Luwu Utara.
  12. Anna S, Bupati Indramayu.
  13. Kartika, Lamongan.
  14. Vonnie Anneke Panambuan, Kabupaten Minut (Sulawesi Utara).
  15. Irna, Bupati Pandeglang.
  16. Ibu Mas Sumantri, Kabupaten Karangasem Bali.
  17. Indah Damayanti Putri, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat.
  18. Faida, Bupati Jember.
  19. Hayati, Kediri.
  20. Christine E Paruntu, Minahasa Selatan.
  21. Neti Herawati, Wabup Kepahiang, Bengkulu.
  22. Mirna, Bupati Kendal.
  23. Maya Rosida, Kabupaten Wonosobo.
  24. Hairiah, Wakil Bupati Sambas.
  25. Badingah, Bupati Gunung Kidul.
  26. Sri muslimatin, Wakil Bupati Sleman.
  27. Hevearita, Wakil Walikota Semarang.
  28. Sri Hartini, Bupati Klaten.
  29. Sri Mulyani, Wakil Bupati Klaten.
  30. Kusdinar Untung, Bupati Sragen.
  31. Windarti Agustina, Wakil Walikota Magelang.
  32. Yuli Hastuti, Wakil Bupati Purworejo.
  33. Nurbalistik, Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan.
  34. Dyah Hayuning Pratiwi, Wakil Bupati Purbalingga.
  35. Erlina, Wakil Bupati Pesisir Barat Lampung.

Siti Rubaidah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut