Inilah 10 Legenda Musik Folk Dunia

Musik folk punya daya tarik sendiri. Selain karena berasal dari musik rakyat, folk juga kerap mengangkat persoalan sosial di sekitar kita. Mereka kerap menjadi “penyambung lidah” bagi orang-orang yang tertindas. Tak heran, ketika bicara lagu protes, pasti ada musisi folk di dalamnya. 

Berikut ini, 10 musisi folk paling berpengaruh dan karya-karyanya masih diakui hingga sekarang:

Victor Jara

Victor Jara adalah musisi folk dari Chili. Bersama dengan kawan-kawannya, seperti Isabel Parra, Rolando Alarcon, Angel Parra dan Patricio Manns, ia mendirikan gerakan musik kerakyatan bernama gerakan nueva canción. Sebagai aktivis partai komunis, lagu-lagu Victor Jara sangat kuat memihak kaum tertindas, anti-imperialisme, dan anti-kapitalisme. Tahun 1970, Victor Jara menjadi bagian penting dalam pemenangan kandidat Presiden sosialis, Salvador Allende. Sayang, usia pemerintahan itu tidak lama. Tahun 1973, militer yang dipimpin oleh Jenderal Pinochet, atas sokongan CIA/AS, menggulingkan pemerintahan Allende. Seluruh pendukung Allende ditangkap dan dibunuhi. Termasuk Victor Jara. Militer meremukkan tangannya yang biasa memetik gitar dan menembaknya 44 kali. Hingga kini, Victor Jara masih menjadi inspirasi bagi musisi kerakyatan dan gerakan revolusioner di seluruh dunia. Dua lagunya yang terkenal: Plegaria a un Labrador (“Doa untuk Seorang Buruh”) and Te Recuerdo Amanda (“Aku Mengingat Kau, Amanda”).

Woody Guthrie

Woody Guthrie

Woody Guthrie adalah legenda musik folk Amerika. Sebagai musisi, Guthrie sangat berkomitmen pada cita-cita keadilan sosial. Ia mengutuk keras ketidakadilan sosial dan penghisapan terhadap klas pekerja. Ia juga sangat membenci fasisme. Kemana-mana ia tampil dengan slogan “This Machine Kills Fascists” di gitarnya. Dia sering menulis kolom di koran partai komunis, Peoples World. Semasa hidupnya, ia menciptakan ratusan lagu bertema politik, kritik sosial, dan lagu anak-anak. Lagunya yang terkenal “This Land is Your Land”.

Violeta Parra

Violeta Parra

Violeta Parra adalah musisi folk asal Chile. Lahir di tengah-tengah keluarga miskin membuatnya akrab dengan kemiskinan. Tetapi Violeta tidak menyerah. Melalui musik, ia melawan ketidakadilan, kemiskinan, dan ketimpangan. Dia merupakan penggagas gerakan musik kerakyatan bernama Nueva Canción (nyanyian baru). Kelak, gerakan inilah yang melahirkan musisi revolusioner ternama, seperti Victor Jara, Inti-Illimani dan Quilapayun. Pada bulan Februari 1967, Violeta mengakhiri hidupnya dengan jalan tragis: bunuh diri. Lagunya yang terkenal “Gracias a la vida” (Terima Kasih Kehidupan).

Pete Seeger

Pete Seeger

Pete Seeger adalah musisi folk kelahiran Amerika Serikat. Sepanjang hidupnya, ia konsisten menggunakan musik sebagai senjata perjuangan politik untuk membela rakyat pekerja dan kaum tertindas lainnya. Keanggotannya dalam partai komunis membuat namanya masuk “daftar hitam” pemerintah. Di tahun 1950-an dan 1960-an, melalui lagu-lagunya, Pete Seeger mendukung perjuangan hak-hak sipil dan penghapusan diskriminasi rasial. Selain itu, ia menentang perang AS di Vietnam. Juga banyak mengadvokasi isu-isu soal lingkungan. Lagunya yang terkenal “If I Had a Hammer” (bersama Lee Hays) dan “Where Have All the Flowers Gone?”

Peter, Paul and Mary

Peter, Paul and Mary

Peter, Paul and Mary adalah nama kelompok musisi folk yang terdiri dari trio:  Peter Yarrow, (Noel) Paul Stookey dan Mary Travers. Mereka sangat populer di tahun 1960-an. Apalagi, lagu-lagu yang dinyanyikannya banyak bertema sosial-politik dan mendorong perdamaian. Penampilan paling fenomenal mereka adalah saat menyumbang beberapa lagu dalam Pawai Hak-Hak Sipil di bulan Agustus 1963 di Washington. Di pawai itulah Martin Luther King Jr menyampaikan pidatonya yang sangat bersejarah: I Have a Dream. Lagu yang populer mereka nyanyikan, seperti If I Had A Hammer dan Where Have All The Flowers Gone.

Bob Dylan

Bob Dylan

Bicara musik folk tanpa menyebut nama Bob Dylan sama seperti makan sayur tanpa garam. Dylan dianggap berkontribusi dalam kebangkitan genre musik folk di tahun 1960-an. Dia juga menjadi ikon dari “musik protes”. Penampilan paling fenomenal Dylan adalah petikan gitar dan suaranya saat menyanyikan lagu When the Ship Comes In di pawai hak-hak sipil di tahun 1963. Di bidang musik, prestasinya luar biasa, termasuk memenangkan 10 Grammy Award dan masuk dalam Rock and Roll Hall of Fame. Lagunya yang terkenal, antara lain: Blowin’ In The Wind, Like A Rolling Stone dan Don’t Think Twice It’s Alright.

Joan Baez

Joan Baez

Selain nama besar Bob Dylan di gelanggang musik folk, ada juga nama Joan Baez. Keduanya pernah menjadi sepasang kekasih di tahun 1960-an. Keduanya pun menjadi icon kebangkitan musik folk di tahun 1960-an sekaligus icon musik protes. Joan Baez, yang mengaku sangat terpengaruh oleh novel Anne Frank, The Diary of Anne Frank, menggunakan musik untuk menyuarakan suara mereka yang tertindas. Nama Joan Baez berkibar tak kalah tampil menyanyikan lagu berjudul “We Shall Overcome” di Pawai Hak-Hak Sipil di Washington tahun 1963. Di tahun 1960-an, Baez terlibat langsung dalam gerakan hak sipil dan menentang perang Vietnam. Lantaran sikapnya yang anti-perang Vietnam, Baez pernah keluar masuk penjara. Lagunya yang terkenal, antara lain: Diamonds and Rust dan Donna Donna.

Odetta

Odetta

Odetta—nama lengkapnya Odetta Holmes—adalah musisi folk kelahiran Amerika Serikat. Dia terkenal sebagai musisi sekaligus aktivis sosial-politik di pertengahan abad ke-20. Dia terlibat aktif dalam gerakan hak-hak sipil di AS. Lantaran itu, ia mendapat julukan “Suara Dari Gerakan Hak-Hak Sipil” dan “Ratu-nya Musik Folk Amerika” oleh Martin Luther King Jr. Namanya dikenal ketika ia menyanyikan lagu “O Freedom” di Pawai Hak-Hak Sipil di tahun 1963. Lagunya yang terkenal, antara lain:  There’s A Hole In The Bucket dan Water Boy.

Silvio Rodríguez

Silvio Rodríguez

Silvio Rodríguez adalah musisi folk kelahiran Kuba. Dia adalah pendiri dari sebuah gerakan musik kerakyatan bernama Nueva Trova (lagu baru), yang menggabungkan antara lirik puitis dengan politik revolusioner. Dia sangat terkenal di Kuba dan Amerika Latin. Ia juga beberapa kali melakukan pertunjukan di AS. Selama empat dekade lebih berkarya, ia sudah menelorkan 20-an album. Lagunya yang terkenal: Ojalá dan Mariposas.

David “Phil” Ochs

David “Phil” Ochs

Phil Ochs adalah musisi folk asal Amerika Serikat. Di tahun 1960-an, lantaran keikutsertaannya dalam gerakan hak-hak sipil dan menentang perang Vietnam, Phil Ochs juga muncul sebagai icon dari musik protes. Ia sendiri menggambarkan dirinya sebagai seorang sosial-demokrat kiri. Lagunya, “Draft Dodger Rag” dan “I Ain’t Marching Anymore”, menjadi seruan untuk perdamaian.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut