Ini Surat Eva Bande Untuk Petani Jambi

Dukugan dan solidaritas untuk perjuangan petani Jambi terus mengalir. Kali ini, solidaritas itu datang melalui surat yang ditulis oleh aktivis agraria, Eva Bande, Rabu (23/3/2016).

Eva Bande adalah koordinator Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah. Dia pernah dipenjara lantaran membela hak-hak petani yang tanahnya dirampas oleh perusahaan sawit: PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS). (Baca: Pejuang Agraria Yang Dikriminalisasi Itu Bernama Eva Bande)

Tanggal 19 Desember 2015, Eva Bande mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo. Dia pun akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah dua kali dipenjara. (Risal Kurnia)

Berikut isi suratnya:

Terharu dan Bangga kepada Petani Jambi, atas perjuangan yang teguh, hingga berjalan kaki ke Istana Presiden sejak tanggal 17 Maret 2016.

Teriring doa dan salam juang kepada saudara-saudara sekalian. Tabahlah, kuatlah terus dalam persatuan. Kami semua mendukung perjuangan saudara-saudara yang luar biasa ini.

Duhai kaum tani penyokong jalannya kehidupan di negeri ini, tak henti-hentinya pekik perjuangan dan perlawanan kalian lakukan. Seantero isi bumi bergetar mendengar menyaksikan dan mendengar teriakan dan derita kalian. Di Bumi manusia ini kalian tunjukkan, betapa angkuhnya kaum durja kuasa modal, yang membuat semua seolah tak berdaya, tetapi kalian pantang surut menuju pusat kuasa politik.

Kalian ajarkan kami melawan rasa takut, menghadang kebengisan penuh serakah korporasi-korporasi yang menguras setiap jengkal tanah pemberian Allah SWT, dimanapun.

Duhai para pengurus negara, karena kalianlah negeri ini menjadi hampa makna. Mengapa kalian membiarkan derita rakyat semakin menjadi-jadi. Mereka telah beri kalian mandat, tapi kalian malah menjalankan mandat kaum durja kuasa modal.

Sudahilah derita rakyat ini wahai penguasa negeri. Jangan tunda lagi, segera selesaikan konflik agraria. Hentikan perluasan dan pemberian izin kepada korporasi tanpa nurani itu. Cabut saja izin yang sedang berlangsung! Tanah untuk rakyat! Bukan untuk Tuan tuan kuasa modal.

Meski jauh, derita kalian, perjuangan kalian hingga berjalan kaki ke jantung kuasa Negara, membuat saya dibagian lain negara ini tak mampu bendung menetesnya air mata. Perihnya rasa kalian, terasa menyesakkan dadaku.

Sudahilah wahai penguasa derita rakyat ini…

Kaum tani dimanapun, bersatulah. Saling besar-membesarkanlah kalian. Saling kuat-menguatkanlah kalian. Jangan beri tempat kepada mereka yang melemahkan ataupun merusak perjuangan kalian.

Hidup Kaum Tani Indonesia!

Sejahteralah Kaum Tani Indonesia!

Bersatulah Kaum Tani Indonesia!

Jayalah Kaum Tani se-Dunia

Salam,

Palu, Sulawesi Tengah, 22 Maret 2017

Eva Bande

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut