Ini 5 Kutipan Kurt Cobain tentang Kesetaraan gender, Ras dan Seksual

Kurt Cobain, yang dinyatakan meninggal karena bunuh diri pada 5 April 1994, tidak hanya mewariskan lagu-lagu yang memperkaya musik dunia.

Musisi kelahiran 20 Februari 1967 itu juga dikenal punya perhatian pada isu kesetaraan gender, ras, dan seksualitas. Dia juga selalu berdiri paling depan menentang korupsi.

Nah, untuk mengenang vokalis Nirvana itu, berikut 5 kutipannya yang bicara kesetaraan:

Perkosaan adalah kejahatan paling mengerikan di muka bumi ini. Dan itu terjadi hampir setiap menit. Masalahnya, kelompok yang berusaha mengatasi perkosaan berusaha mendidik perempuan tentang bagaimana membela diri. Padahal, yang diperlukan adalah mengajari laki-laki untuk tidak memperkosa. Masuklah ke pangkal masalah dan mulai dari situ.

Pernyataan ini dimuat di majalah NME tahun 1991. Bagi Cobain, pendekatan yang menyuruh perempuan belajar membela diri untuk menghindari perkosaan masuk dalam konstruksi sosial yang menyalahkan perempuan dalam kasus perkosaan.

Cobain tidak setuju dengan anggapan itu. Dia menolak anggapan bahwa perkosaan karena salah perempuan, entah karena lemah atau pakaian. Tentu saja, anggapan Cobain ini sedikit banyak sejalan dengan pandangan kaum feminis, bahwa perkosaan bukan karena perempuan tidak bisa menjaga tubuhnya atau karena pakaian. Melainkan juga karena kuatnya anggapan di otak laki-laki yang sekedar menganggap tubuh perempuan sebagai objek pemenuhan kebutuhan seksual.

Jika kalian, entah cara apapun, membenci homoseksual, mereka yang berbeda warna kulit, atau perempuan, silahkan tinggalkan kami. Jangan datang di konser kami dan jangan beli kaset/lagu kami.

Pernyataan ini ditulis Kurt di catatan pengantar album Incesticide, 1992. Dengan menulis kata-kata itu di pengantar albumnya, Kurt maupun Nirvana tidak takut kehilangan penggemarnya.

Bagi Kurt, membela prinsip yang dianggapnya benar jauh lebih penting ketimbang popularitas ataupun sejuta puja-puji.

…ini bertentangan dengan tradisi Amerika yang mengedepankan kebebasan dan saling menghormati. Nirvana ini menjadi bagian dari perjuangan mengakhiri fanatisme dan pikiran sempit.

Ini adalah pernyataan Kurt bersama pentolan Nirvana lainnya, Krist Novoselic dan Dave Grohl, saat menentang sebuah peraturan di negara bagian Oregon tahun 1992. Aturan itu berpotensi menghilangkan sejumlah perlindungan terhadap berbagai bentuk diskriminasi berbasis orientasi seksual.

Generasiku apatis, aku muak dengan ini. Aku muak dengan diriku sendiri yang apatis, yang lemah dan tidak selalu berdiri menentang rasisme, seksisme dan semua -isme lain..

Pernyataan Kurt ini keluar saat mengomentari album Nevermind tahun 1991. Menurutnya, lagu smell like teen spirit adalah seruan agar kaum muda tidak apatis dan keluar untuk mengoreksi keadaan.

Aku sejatinya adalah seorang feminis. Aku muak dengan cara perempuan diperlakukan. Kita sekarang di tahun 1993, tetapi banyak berpikir ala 1950-an. Kita butuh banyak kemajuan. Kita butuh lebih banyak musisi perempuan, lebih banyak artis perempuan, dan lebih banyak penulis perempuan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kurt di tahun 1993. Tetapi di mana dan dalam konteks apa, saya belum tahu. Saya mendapat kutipan ini di toofab.com.

Risal Kurnia

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut