Ilmuwan Rusia: Lumpur Sidoarjo Bukan Karena Pengeboran

SIDOARJO: Ilmuwan Rusia mengatakan pada hari Kamis (30/9) bahwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo bukan berasal dari aktivitas pengeboran di sekitar daerah itu, melainkan dari aktivitas gunung lumpur tua sejak empat tahun lalu.

Para ilmuwan Rusia yang dikepalai oleh  Dr Sergey V. Kadurin, dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, telah menyimpulkan bahwa aktivitas ini diaktifkan kembali oleh sebuah gunung lumpur tua yang terbentuk 150.000-200.000 ribu tahun lalu.

“Kita tidak bisa menghentikan alam. Ini akan menjadi kebohongan jika ada orang yang mengaku bisa menghentikan fenomena tersebut,” ujarnya kepada wartawan.

Kadurin mengatakan bahwa aktivitas yang kuat mempercepat pembentukan lumpur.

“Sebuah gempa terjadi setahun sebelum letusan lumpur merupakan satu fenomena yang membantu pembukaan saluran lumpur. Dan, gempa dua hari menjelang letusan mungkin adalah yang terakhir,” jelasnya.

Berdasarkan data ini, sekitar 10 bulan sebelum letusan pada 9 Juli 2005, sebuah gempa berkekuatan 4,4 skala richter dengan episentrum di atas zona letusan terjadi.

Ini diikuti oleh gempa lain sebesar 5,5 skala richter di 16 menjelang letusan dengan jarak 450 kilometer. Dan, dua hari menjelang letusan, gempa berskala 6,3 skala richter mengguncang provinsi Jogjakarta, sekitar 185 kilometer dari letusan lumpur.

Berdasarkan temuan ini, kami menyimpulkan bahwa letusan lumpur disebabkan oleh kombinasi gangguan seismik yang mengaktifkan sebuah gunung berapi lumpur tua,” kata Kadurin.

Awang Harun Satyana, manajer senior BP Migas, juga memiliki pandangan yang hampir sama dengan kesimpulan ilmuwan Rusia ini.

“Gempa memicu letusan lumpur,” katanya.

Dia mengatakan bahwa didasarkan pada data geografis, fakta sejarah dan cerita masyarakat, dapat disimpulkan bahwa letusan lumpur bukan sesuatu yang baru.

“Indonesia sudah punya pengalaman seperti ini pada jutaan tahun yang lalu dan ratusan tahun yang lalu,” katanya. (KS)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • dicky

    ah yg ini yg pro pada hakekatnya ini baru opini walau ini memakai keilmuaan ,tetap aja mana dibenarkan di dunia manapun pengeboran dilingkungan penduduk ? melanggar prinsip kehati-hatian …..coba si ilmuwan suruh ngomong kalau nggak di bor bakal ada lumpur nggak yg keluar..bakrie emang brengsek..begitu juga tv one

  • bertanya