Ibu-Ibu Hamil Duduki Rumah Sakit Bersalin Di Rusia

Di kota kecil bernama Borisoglebsk, di wilayah Yaroslavl, Rusia, sepuluh ibu hamil menduduki sebuah rumah sakit bersalin. Aksi tersebut terjadi pada tanggal 24 Desember 2012 lalu.

Menurut laporan media setempat, aksi tersebut dilakukan oleh ibu-ibu tersebut sebagai bentuk protes atas rencana pemerintah menutup rumah sakit bersalin tersebut.

Ibu-ibu itu mengirim pesan kepada pemerintah, bahwa mereka tidak akan menghentikan aksinya sebelum pemerintah berjanji tidak akan menutup rumah sakit bersalin.

Pemerintah berasalan, penutupan rumah sakit tersebut dilakukan karena tidak lagi efisien. Seorang jubir pemerintah mengatakan, pemerintah harus mengeluarkan biaya besar untuk menjalankan klinik bersalin di kawasan pemukiman miskin.

Pemerintah Yaroslavl akan menutup sedikitnya 7 rumah sakit bersalin. Salah satunya adalah rumah sakit yang ada di Borisoglebsk. Pemerintah berjanji bahwa penutupan rumah sakit tidak akan mempengaruhi layanan.

Tetapi ibu-ibu berpendapat, jika rumah sakit bersalin tersebut ditutup, mereka akan kesulitan untuk melahirkan. Maklum, jarak antara pemukiman dan rumah sakit di kota sangat jauh. Jarak antara Borisoglebsk dan kota Yaroslavl mencapai 115 kilometer.

“Saya sudah melahirkan tiga anak di klinik ini dan sekarang saya akan melahirkan anak keempat. Selama lebih dari 10 tahun saya telah melihat segalanya dari dalam. Kalau kami tidak butuh klinik ini, tidak mungkin kami berada di sini,” kata Olga Anikayeva, salah seorang peserta aksi.

Warga kota sendiri sangat mendukung aksi para ibu hamil. “Kami memilik pendapat yang sama. Saya kira, menutup rumah sakit bersalin adalah berlawanan dengan kepentingan rakyat,” kata Anna Olontseva.

Belum diketahui seperti apa respon pemerintah kota terhadap aksi ini. Tetapi warga kota pernah mengumpulkan uang untuk memperbaiki kamar mandi dan mengganti jendela rumah sakit.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Saddam Tjahyo

    rusia pasca uni soviet runtuh ternyata tak lebih baik, krna topeng muslihat kapitalisme lah ini smua