Ibu Hamil 5 Bulan Dipukuli Anggota POM TNI AL

MAKASSAR: Seorang ibu yang sedang hamil lima bulan, Anita (20 th), yang juga adalah pedagang asongan di sekitar pasar Makassar Mall, dipukuli oleh seorang anggota Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL).

Ibu Anita langsung pingsang dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Sedangkan pelaku pemukulan diidentifikas bernama Dany, anggota aktif POM AL.

Sebelum memukul korban, anggota POM AL ini terlebih dahulu memukuli suami korban, Suardi, yang juga pedagang asongan di sekitar Makassar mall, sehingga mulutnya mengeluarkan darah.

Dilaporkan, bahwa sebelum terjadi aksi pemukulan brutal tersebut, pelaku sempat menodongkan pistol ke bagian muka Suardi dan mengeluarkan kata-kata bernada ancaman.

Aksi kekerasan anggota POM AL tidak berhenti di situ. Ketika kedua korban, yang didampingi oleh puluhan aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan aktivis mahasiswa, sedang melakukan pelaporan di Mapoltabes Makassar, tiba-tiba didatangi oleh empat anggota POM AL.

Keempat anggota POM AL itu langsung mengamuk di kantor polisi dan berusaha memukuli korban. Beruntung, anggota kepolisian berhasil melerai dan mengamankan korban.

Kronologis Kejadian

Dalam beberapa bulan terakhir, pedagang pasar asongan Makassar sudah berkali-kali mendapat perlakuan kasar dan sewenang-wenang dari oknum POM AL. Para pedagang mengaku, pihaknya sering dipukuli, dianiaya, dan diintimidasi oleh oknum POM AL.

Pagi tadi, sekitar pukul 11.00 WITA, para pedagang asongan ditegur oleh security PT. Topadatindo agar tidak berjualan di sekitar pasar Makassar mall.

Karena teguran itu, para pedagang pun akhirnya keluar dari area pasar Makassar mall dan menjual di kawasan terowongan.

Namun, tiba-tiba anggota POM AL bernama Dany langsung mengintimidasi Suardi dan memukulinya.

Melihat suaminya dipukuli, Anita pun datang untuk melerai. Namun, bukannya berhenti memukul, pelaku malah mengarahkan pukulannya kepada ibu yang sedang hamil lima bulan ini.

Anita pun terjatuh dan pingsan. Sementara suaminya sudah terluka dan mengeluarkan darah di bagian mulut.

Pasca pemukulan, puluhan anggota POM AL kembali melakukan penyisiran di sekitar pasar Mall untuk mencari pedagang asongan. Para pedagang menduga penyisiran ini dimaksudkan untuk mencari korban.

Minta Dipecat

Aksi brutal dan keji anggota POM AL ini segera direspon sejumlah organisasi pergerakan, seperti Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Partai Rakyat Demokratik (PRD), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Ketua SRMI Sulsel Wahida B Upa mengatakan pihaknya sudah berkonsolidasi dengan elemen pergerakan dan berencana melakukan aksi untuk memprotes kejadian ini.

Pihaknya mendesak agar Kepala Staff Angkatan Laut (KASAL), di Jakarta, segera mencopot Komandan POM AL dan memecat dengan tidak hormat para pelaku. (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • biadab bener nih manusia,sampai ibu hamil jg dipukuli.jgn mentang2 punya jabatan se enaknya aja.negara bkn milik kakek moyangmu.ni negara hukum jgn se enaknya aja.anjiiiiiiiiiiiiiing lo

  • dennz fernanda

    klo aQ jdi atasan POMAL…keempat anggota saya yg sdah…melanggar pasti akan ku pecat