Hariman Siregar: Demokrasi Liberal Sangat Mahal Tapi Tidak Akan Tahan Lama

JAKARTA: Aktivis pergerakan sekaligus tokoh Malari, Hariman Siregar, menilai penerapan demokrasi liberal di Indonesia sangat mahal, sehingga hanya memberikan ruang kepada “pemain-pemain” politik yang berduit saja, demikian disampaikan saat bertemu dengan pengurus KPP-PRD tadi siang (16/7).

Menurutnya, model demokrasi seperti ini mencontek gaya berpolitik di AS, yang mana mereka benar-benar bertumpu pada kapitalisme swasta dan kebebasan pasar.

Namun, Hariman memperingatkan, bahwa model demokrasi seperti ini akan segera mengalami kebangkrutan di Indonesia, sebab tidak ada pertumbuhan ekonomi (economy growth).

“Mereka (para politisi) hanya mengandalkan uang untuk berpolitik, sementara semuanya tak memiliki basis ekonomi,” ujarnya.

Hariman mencatat, hampir semua pertarungan politik, mulai dari lokal hingga nasional, diukur dengan jumlah uang dan jaringan. Akibatnya, begitu banyak pemimpin yang terlahirkan dari proses itu tapi tak punya kapasitas untuk memimpin.

“Kita sedang krisis kepemimpinan nasional sekarang,” kata Hariman. “pejabat politik dan rakyat seperti teratomisasi, tercerai-berai menjadi serpihan-serpihan.”

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut