Hari Aksi Global OWS: Polisi Melayani Korporasi Memukuli Rakyat

Setelah sempat diusir dari Taman Zuccotti, tempat aktivis “Occupy Wall Street/OWS” membangun gerakan perlawanan, kemarin puluhan ribu aktivis OWS dan rakyat Amerika berpartisipasi dalam “Hari Aksi Global”.

Setidaknya 30.000 orang diperkirakan turut berpartisipasi dalam aksi kemarin. Jumlah itu dianggap terbesar selama dua bulan protes Anti-Wall Street ini. Aksi serupa juga digelar di ratusan kota-kota di Amerika lainnya.

Di New York, sejak Kamis pagi massa sudah berkumpul untuk memulai rally di distrik finansial, tempat dimana gerakan OWS ini pertama kali dimulai. Puluhan ribu massa berkumpul di Wall Street untuk memulai rencana menutup New York Stock Exchange, sebelum mereka bergerak menuju taman Zuccotti.

Kericuhan terjadi saat massa mulai berusaha menembus barikade Polisi yang memagari Taman Zuccotti. Media setempat melaporkan terjadinya kekerasan oleh Polisi terhadap sejumlah aktivis OWS. Bahkan saksi mata melaporkan bahwa Polisi mengeluarkan meriam suara yang dapat menyebabkan ketulian permanen.

Sejumlah media melaporkan adanya pemukulan dan tindakan kekerasan lainnya terhadap para aktivis OWS saat menggelar protes damai di taman Zuccotti dan Lower Manhattan. Sejumlah adegan kekerasan di Taman Zuccotti tidak bisa dilaporkan media karena Polisi bersikeras melawan wartawan dan orang lain mengambil gambar.

Dalam bentrokan di taman Zuccotti, sejumlah demonstran dilaporkan luka parah dan bersimbah darah. Brendan watt, salah seorang dari demonstran itu, dipukul hingga jatuh oleh polisi dan mengakibatkan ia patah tulang.

Pada pukul 16.00 waktu setempat, Walikota New York, Michael Bloomberg, yang juga bagian dari kelompok bisnis raksasa, mengkonfirmasi bahwa setidaknya 117 orang sudah ditangkap.

Di Los Angeles, puluhan orang langsung tertangkat ketika aksi OWS baru saja dimulai. Kekerasan serupa juga terjadi di kota-kota Amerika lainnya.

Kenyataan ini mengkonfirmasi sebuah fakta kepada pembaca sekalian: bahwa demokrasi Amerika Serikat hanyalah demokrasi di mulut, hanya demokrasi untuk kepentingan segelintir orang, yaitu pengusaha dan pengusaha. Polisi Amerika tidak ada bedanya dengan polisi barbar di Mesir, Tunisia, Bahrain dan lain-lain.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut