Harga Minyak Dunia Jatuh, Venezuela Pangkas Gaji Pejabat Tinggi

nicolas-maduro-venezuela.jpg

Presiden Republik Bolivarian Venezuela, Nicolas Maduro, menegaskan pada hari Kamis (27/11) bahwa pemerintahannya akan memotong gaji para pejabat tinggi negara ketimbang memangkas anggaran sosial.

“Jika kami harus memotong sesuatu dari anggaran kita, kami akan memotong belanja yang berlebihan, kami akan memotong gaji kami sebagai pejabat tinggi negara,” kata Nicolas Maduro.

Untuk diketahui, kenaikan harga minyak dunia telah mengurangi pendapatan nasional Venezuela sebesar 35%. Hal tersebut berdampak pada kemampuan negara dalam membiayai program sosial dan pembangunan.

“Tapi kami tidak akan memotong satu Bolivar (mata uang Venezuela) pun dari anggaran untuk pendidikan, pangan, perumahan….untuk rakyat kami,” tegasnya.

Pada hari Kamis lalu, di Wina, Austria, negara-negara yang tergabung dalam OPEC (negara-negara pengekspor minyak) bersepakat untuk tidak memotong produksi minyak mereka. Kendati harga minyak dunia sudah jatuh sebesar 35% sejak Juni lalu.

Venezuela sendiri merupakan pengekspor minyak nomor 5 di dunia. Minyak sendiri merupakan jantung perekonomian negeri sosialis ini. Untuk diketahui, sekitar 96% penerimaan ekspor Venezuela berasal dari ekspor minyak. Situasi ini membuat ekonomi Venezuela sangat rentan dengan perubahan harga minyak dunia.

Namun, kelompok negara Teluk, seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab, sudah bersepakat untuk tidak menyetujui proposal pemotongan produksi minyak.

Venezuela sendiri, bersama dengan negara pengekspor minyak lainnya seperti Irak, Ekuador, dan Nigeria, memperjuangkan proposal agar negara-negara OPEC mengurangi produksi minyak sebagai jalan pintas untuk mengembalikan harga minyak di pasar global.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut