Gubernur Sumbar Tidak Punya Empati terhadap Rakyat Mentawai

Meskipun duka rakyat Mentawai belum sembuh, Gubernur Sumatera barat malah memilih untuk berangkat ke Jerman.

Irwan Prayitno, yang juga dikenal sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dianggap tidak peka terhadap penderitaan rakyat di Mentawai.

Sementara duka di Mentawai masih cukup mendalam. Sampai sekarang ini masih banyak korban hilang yang belum ditemukan. Selain itu, kondisi para rakyat di Mentawai terancam kelaparan dan kekurangan perawatan medis.

Padahal, tugas gubernur di Jerman hanya untuk promosi provinsinya dan mencari peluang investasi, sesuatu yang bisa dilakukan di lain waktu ketika situasi di Mentawai sudah normal kembali.

Sebelumnya, sembilan anggota DPRD Sumatera Barat juga melakukan kunjungan ke Italia, yang rencananya akan berlangsung 25 Oktober hingga 2 November 2010.

Tidak Punya Empati

Sikap “kepala batu” batu gubernur asal PKS itu mendapat kecaman dari berbagai pihak. Di jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter, ada yang menyebut gubernur seperti badak tak berperasaan.

Pengamat politik dari LSI, Burhanuddin Muhtadi, menganggap Gubernur Sumbar sebagai “Gubernur yang mati rasa”.

Meskipun tugasnya didelegasikan kepada pejabat lain, namun tetap saja peran Gubernur sangat krusial dalam proses tanggap bencana.

Sementara sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Tamagola, menyebut gubernur Sumbar sebagai “badak bebal dari Sumatera Barat”.

Thamrin mengatakan gubernur sudah tidak punya lagi sense of humanitiy terhadap korban bencana.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Dipo Alam turut menyesalkan kepergian Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ke Jerman.

Dipo Alam mengingatkan agar pejabat politik jangan hanya tahu politik dan angka, tetapi juga harus tahu soal perasaan rakyat.

PKS Terkubur Di Mentawai

Dalam pemilu Sumbar yang lalu, pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim hanya menempati urutan keempat di Mentawai.

Saat pemilu 2009 lalu, suara PKS di Mentawai juga sangat kecil. Bahkan data puailiggoubat.com menyebutkan PKS dicoret sebagai peserta pemilu di kepulauan mentawai oleh KPU setempat.

Jika melihat kenyataan politik itu, maka kepergian Irwan Prayitno bisa saja karena menganggap Mentawai tidak penting bagi basis politiknya.

Kita sangat berharap, jangan sampai kecilnya dukungan politik menjadi penyebab Gubernur Sumbar mengabaikan rakyat Mentawai.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut