GSBI: Perusahaan Pemasok Adidas Langgar Hak-Hak Kaum Buruh

Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) mengecam tindakan  sejumlah perusahaan pemasok Adidas karena mengabaikan hak normatif para buruhnya.

Dalam siaran persnya, Jumat (12/7/2013), Ketua Umum GSBI Rudi HB Daman mengungkapkan, banyak perusahaan pemasok Adidas mempekerjakan buruhnya dalam kondisi kerja dan sistem kerja yang sangat buruk.

“Tidak sedikit perusahaan-perusahan pemasok Adidas mempekerjakan buruhnya dengan kondisi dan sistem kerja yang buruk, jam kerja yang panjang, pelanggaran kebebasan berserikat, PHK sepihak dan minimnnya fasilitas kesehatan yang disediakan. Bahkan banyak perusahaan pemasok adidas melakukan penangguhan upah minimum,” ungkap Rudi.

Rudi juga mengungkapkan, beberapa saat lalu PT. Panarub Dwikarya, anak perusahaan PT. Panarub Industry, salah satu perusahaan pemasok Adidas, melakukan PHK sepihak terhadap 1300 buruhnya yang melakukan aksi pemogokan spontan.

“Pemogokan spontan itu merupakan respon atas kondisi kerja yang buruk dan pembayaran rapelan (back payment). Adidas, yang mengetahui PHK sepihak itu, hanya melakukan cara-cara lunak tanpa tindakan konkret untuk menyelesaikan masalah tersebut,” katanya.

Menurut Rudi, sebagai pemilik merek, Adidas seharusnya punya pengaruh dan kekuatan besar untuk menekan semua perusahaan pemasoknya untuk menghormati hak-hak buruh, meningkatkan kondisi kerja yang lebih baik, kesejahteraan buruh serta menghindari terjadinya PHK sepihak.

Selai kasus di PT. Panarub Dwikarya, pelanggaran hak normatif juga terjadi di PT. Hosanna Garmentama, perusahaan pemasok pakain merek Adidas. “PT. Hosanna Garmentama melakukan penangguhan upah minimun para buruhnya,” ungkap Rudi.

Dalam kasus itu, kata Rudi, Adidas tidak hanya memberikan ijin kepada perusahaan untuk mengajukan penangguhan upah, tetapi juga turut mempengaruhi para buruh untuk memberikan ijin penangguhan upah ketimbang efisiensi alias PHK.

Sementara di PT. Framas Indonesia, perusahaan yang memproduksi outsole untuk Adidas, terjadi praktek diskriminasi dan intimidasi terhadap kebebasan berserikat bagi buruhnya.

Sehubungan dengan berbagai kasus di atas, GSBI bersama dengan serikat buruh-serikat buruh dari berbagai perusahaan pemasok Adidas di Asia-Pasifik menggelar aksi serentak tanggal 12 Juli 2013 ini di kantor-kantor Adidas.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut