GSBI Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Korban Gempa Di Pangalengan

Pada tanggal 25 Juli 2011 lalu, sedikitnya 80 Kepala Keluarga (KK) atau 200-an orang petani korban gempa yang bertahan di Lahan Walatra, Desa Sukamanah, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, Jawa Barat telah mengalami tindakan kekerasan dan pengusiran dari tempat tinggal.

Tindakan pengusiran dilakukan oleh pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, dengan menggunakan “preman bayaran”. Tindakan barbar itu menyebabkan lima orang terluka dan tujuh rumah terbakar.

Para pelaku penyerangan yang dalam keadaan mabuk juga merusak dan merampok harta-benda milik warga. Mereka membawa senjata tajam dan balok kayu yang diberi paku untuk menghajar warga.

Tindakan tersebut mendapat kecaman keras dari Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI). Dalam siaran persnya, GSBI menuntut pihak PTPN VIII bertanggung-jawab atas tindakan kekerasan tersebut.

Pihak GSBI juga mengecam sikap aparat keamanan, dalam hal ini kepolisian, karena terkesan tidak bertindak apapun untuk menghentikan aksi kekerasan tersebut. “Seluruh hak-hak rakyat harus dijamin, dilindungi tanpa ada perkecualian, dan tanggung jawab itu sudah seharusnya menjadi bagian dari kewajiban aparatus negara,” katanya.

Menurut catatan GSBI, tindakan kekerasan dan terror oleh PTPN VIII  terhadap warga korban gempa ini sudah keempat kalinya. Diantaranya: pada November 2009, pihak PTPN VIII memobilisasi tiga truk preman untuk mengintimidasi warga, lalu pada Mei 2010 pihak PTPN melakukan penanaman teh yang mencapai areal pemukiman warga.

Menurut Rudy HB Daman, Ketua Umum GSBI, meningkatnya aksi-aksi kekerasan terhadap rakyat, khususnya kaum tani, tidak dapat dipisahkan dari semakin massifnya ekspansi lahan oleh swasta ataupun perusahaan pemerintah (PTPN).

“Kepentingan monopoli atas tanah dalam skala besar dengan orientasi komoditi inilah yang berhadap-hadapan langsung dengan kepentingan rakyat atas tanah sebagai sumber penghidupan mereka,” katanya.

GSBI menuntut agar pihak kepolisian menangkap dan mengusut tuntas para pelaku penyerangan terhadap warga tersebut.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut