Graknas Sulsel Serukan Persatuan Melawan Penjajahan Asing

Ratusan mahasiswa dan rakyat miskin di Makassar, Sulawesi Selatan, menyerukan seluruh kekuatan nasional segera membangun persatuan sebagai alat untuk menghadapi apa yang disebut “penjajahan baru”.

Hal itu diserukan bersamaan dengan aksi massa memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di bawah fly-over tol reformasi, siang tadi (20/5). Aksi ini diorganisir oleh puluhan organisasi yang tergabung dalam Gerakan Untuk Kemerdekaan Nasional (Graknas).

Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Makassar, Arham Tawarang, mengatakan bahwa bangsa Indonesia sekarang ini sedang berhadapan dengan sebuah model penjajahan baru, yaitu imperialisme.

Penjajahan baru ini, kata Arham Tawarrang, dapat dilihat dalam kenyataan di lapangan politik, dimana bangsa Indonesia tidak lagi punya kedaulatan di hadapan bangsa-bangsa lain dan juga lembaga-lembaga imperialis.

Di bidang ekonomi, menurut Arham, terjadi perampokan dan eksploitasi besar-besaran terhadap seluruh potensi dan kekayaan alam Indonesia. “Perusahaaan asing telah mengeksploitasi sumber daya alam kita dengan begitu rakusnya, dan hanya menyisakan kerusakan lingkungan kepada kita dan generasi mendatang,” katanya saat berorasi di hadapan massa aksi.

Arham juga menyoroti penghancuran kehidupan sosial dan budaya bangsa Indonesia, yang menyebabkan nilai-nilai luhur dan kepribadian bangsa mulai luntur dan tergantikan oleh kebudayaan asing yang dekaden.

Dalam aksi ini, selain menggelar orasi-orasi politik secara bergantian oleh para perwakilan organisasi, demonstran juga membacakan teks proklamasi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan menggelar sebuah tarian lokal dari Tana Toraja.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut